Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Gugur Saat Tugas, 23 Prajurit Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:07 WIB

 

Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tunggul. (TNI AL)
Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tunggul. (TNI AL)

Radar Pasuruan - Sebanyak 23 prajurit Korps Marinir dinyatakan gugur setelah bencana longsor menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari (24/1).

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka, TNI memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLP) kepada puluhan prajurit TNI Angkatan Laut tersebut.

Penganugerahan KPLP dilaksanakan pada Jumat (30/1) di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi.

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa para prajurit tersebut tengah menjalani Latihan Pratugas Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia–Papua Nugini.

”Kenaikan pangkat tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara atas pengabdian, dedikasi, dan pengorbanan para prajurit yang gugur dalam tugas. Seluruh prajurit yang meninggal dunia dinaikkan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat terakhir yang disandang semasa hidup,” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul pada Sabtu (31/1).

Berdasarkan data terbaru hingga Jumat (30/1), TNI AL mencatat sebanyak tujuh jenazah prajurit telah berhasil ditemukan.

Sementara itu, 16 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Adapun tujuh prajurit yang telah dievakuasi yakni Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Kori, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio, Serda Marinir Rein Pasaike, dan Koptu Marinir Edi Haryono.

”TNI AL memastikan hak-hak keluarga prajurit dengan memberikan santunan, jaminan pendidikan bagi anak, serta pendampingan berkelanjutan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Tunggul menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit Korps Marinir dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan selalu dikenang sebagai teladan pengabdian tanpa batas. Oleh karena itu, gugurnya 23 prajurit tersebut menjadi duka mendalam bagi seluruh jajaran TNI Angkatan Laut.

”KSAL menegaskan bahwa dedikasi dan loyalitas para patriot ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut,” kata dia.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kenaikan pangkat #longsor #cisarua #prajurit korps marinir