Radar Pasuruan - Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) telah menyelesaikan proses penyelidikan terkait penemuan jenazah selebgram Lula Lahfah. Dalam konferensi pers yang digelar Jumat sore (30/1), Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Iskandarsyah membeberkan kronologi kedatangan Reza ‘Arap’ Oktovian ke apartemen kekasihnya.
Iskandarsyah menjelaskan, Arap datang ke apartemen Lula setelah menerima kabar duka bahwa sang selebgram ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidur kamar apartemennya. Peristiwa itu bermula dari kecurigaan asisten rumah tangga (ART) Lula yang tidak melihat perempuan berusia 26 tahun tersebut keluar kamar sama sekali. Setelah pintu kamar diketuk namun tak ada jawaban, diketahui kamar tersebut terkunci dari dalam.
Merasa khawatir, ART kemudian melapor kepada pihak pengelola apartemen dan meminta bantuan untuk membuka kamar Lula. Dari situlah Lula pertama kali ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia pada Jumat (23/1) pekan lalu. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada asisten pribadi Lula dan sejumlah orang terdekat, termasuk Reza Arap.
”Saksi mencoba untuk menghubungi pacar dari saudari LL (Lula Lahfah) dan menginfokan bahwa kondisi terakhir yang terjadi di kamar apartemen,” ungkap Iskandarsyah dikutip pada Sabtu (31/1).
Mendapat kabar tersebut, Arap segera meminta asisten pribadinya untuk mencari dokter dan membawanya ke apartemen Lula guna memastikan kondisi kekasihnya. Berdasarkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), Arap, asistennya, serta seorang dokter diketahui tiba di apartemen pada pukul 19.21 WIB.
”Di CCTV lift, terlihat saudara RA (Arap), pacar dari Saudari LL, sudah hadir bersama dengan tim dokter dari Saudari C yang mencoba untuk menghubungi dokter kenalan dari Saudari C,” jelasnya.
Upaya tersebut sayangnya tidak membuahkan hasil. Tim dokter menyatakan Lula telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dari apartemen sekitar pukul 21.20 WIB untuk dibawa ke rumah sakit. Dalam rekaman CCTV, Reza Arap terlihat berada tepat di samping kantong jenazah Lula dengan raut tubuh yang tampak sangat kelelahan.
Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan, tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa penemuan jenazah Lula Lahfah. Dari keterangan para saksi, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), serta barang bukti yang ditemukan di apartemen, polisi memastikan tidak ada indikasi kejahatan sebelum kematian Lula.
”Tidak ditemukan ada peristiwa pidana dan kami harus melaksanakan penghentian penyelidikan terkait penemuan jenazah saudari LL,” tegasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni