Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ahok Minta Jaksa Periksa Erick Thohir hingga Jokowi soal Pertamina

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 27 Januari 2026 | 18:24 WIB

 

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah Pertamina
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah Pertamina

Radar Pasuruan - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meminta jaksa penuntut umum menelusuri lebih jauh dugaan korupsi minyak mentah Pertamina, termasuk dengan memeriksa mantan Menteri BUMN Erick Thohir hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Permintaan tersebut disampaikan Ahok saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (27/1). Ia menyoroti pencopotan dua direksi anak usaha Pertamina yang menurutnya memiliki integritas tinggi.

Dua nama yang dimaksud adalah Joko Priyono dan Mas’ud Khamid, masing-masing mantan direksi Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Pertamina Patra Niaga (PPN). Jaksa pun menanyakan alasan pencopotan keduanya dalam persidangan.

“Ini saya ingin menanyakan penegasan ya, masih di poin 10 huruf a. Dalam keterangan saudara ada dua nama, Pak Joko Priyono dan Pak Mas’ud Khamid, keduanya mantan direksi pada anak perusahaan Pertamina, subholding. Satu di KPI, satu di PPN. Disebut sudah dicopot. Apakah ada persoalan dengan dua orang ini sehingga disebut dicopot? Ada masalah tidak?” tanya jaksa.

Menanggapi hal itu, Ahok justru memberikan apresiasi terhadap keduanya. Ia menyebut Joko Priyono dan Mas’ud Khamid sebagai direktur terbaik yang pernah dimiliki Pertamina.

“Bagi saya dua saudara ini adalah dirut yang terhebat yang Pertamina punya, untuk memperbaiki produksi kilang termasuk Patra Niaga. Semua yang saya arahkan mereka kerjakan,” ujar Ahok.

Menurutnya, Mas’ud Khamid bahkan memilih diberhentikan daripada menyetujui pengadaan yang dianggap menyimpang.

“Termasuk soal aditif ini, Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan. Makanya saya bilang ini salah satu terbaik yang kita punya,” ungkap Ahok.

Ahok juga memuji Joko Priyono sebagai sosok yang sangat memahami persoalan kilang karena latar belakang teknisnya.

“Pak Joko ini orang kilang, asli dari kilang. Pengetahuannya paling bagus soal kilang. Dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki. Ketika dia dicopot, saya sampai mau nangis,” beber Ahok.

Ia mengaku sempat menghubungi Joko Priyono setelah pencopotan tersebut dan menilai keputusan itu tidak berdasarkan meritokrasi.

“Dia bilang, ‘Pak, sudahlah Pak, saya di Yogya saja.’ Saya pikir BUMN ini keterlaluan, mencopot orang yang bukan karena meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan hal yang benar justru dicopot? Ini orang terbaik, makanya saya tulis dicopot dalam BAP,” tegas Ahok.

Karena menilai ada kejanggalan, Ahok pun mendorong jaksa memeriksa pihak-pihak yang berwenang mengambil keputusan tersebut.

“Makanya saya selalu bilang ke pak jaksa, kenapa saya mau lapor ke jaksa? Periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik dicopot?” cetus Ahok.

Pernyataan Ahok sempat disambut tepuk tangan pengunjung sidang hingga majelis hakim menegur hadirin agar tetap tertib.

“Tolong pengunjung bisa tertib. Ini persidangan, bukan hiburan. Tolong jangan bertepuk tangan,” tegas hakim.

Sementara itu, jaksa menilai keterangan Ahok tersebut tidak berkaitan langsung dengan pembuktian perkara yang sedang disidangkan karena tidak disertai rincian perbuatan maupun dokumen pendukung.

“Itu kan fakta dari keterangan saksi. Namun saksi sendiri tidak menjelaskan fakta yang mana, detail perbuatan seperti apa, itu tidak pernah dikemukakan di persidangan. Tidak ada dokumen atau keterangan dari Pak Ahok yang bisa memastikan fakta tersebut,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#erick thohir #jokowi #korupsi #ahok #pertamina