Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Pilunya Warga Pidie Jaya! 3 Hari Bertahan di Atap Rumah Tanpa Makan dan Minum

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 27 Januari 2026 | 17:18 WIB

 

Cerita warga Pidie Jaya saat air banjir menghantam rumahnya pada akhir November 2025.
Cerita warga Pidie Jaya saat air banjir menghantam rumahnya pada akhir November 2025.

Radar Pasuruan - Dua bulan telah berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Sumatera. Meski demikian, trauma dan ingatan akan detik-detik air menerjang masih melekat kuat di benak warga terdampak.

Salah satu kisah datang dari warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang menceritakan pengalaman bertahan hidup saat rumahnya dilanda banjir bandang. Cerita tersebut dibagikan melalui video yang diunggah akun Instagram @robi16.official.

Dalam video itu, warga mengisahkan bagaimana dirinya bersama keluarga terpaksa bertahan di atap rumah selama banjir menggenang. Selama beberapa hari, mereka harus menahan lapar dan haus.

“Tiga hari kami nggak minum, udah lapar semua ini, anak-anak udan nangis-nangis,” ucap warga tersebut, dikutip pada Selasa, 27 Januari 2026.

Kondisi semakin berat ketika anak-anak yang ikut menyelamatkan diri mulai mengeluhkan tubuh yang lemas.

“DIbilang anak-anak pening, padahal dia lapar. Bilangnya sakit kepala kan,” sambungnya.

Upaya untuk mendapatkan air pun tidak memungkinkan karena kondisi banjir yang terlalu dalam.

“Nggak bisa turun, karena di dalam ini airnya dalam, mau menampung air hujan juga nggak bisa,” lanjutnya.

Warga tersebut juga mengaku tidak menyangka banjir yang terjadi pada akhir November 2025 itu bertahan selama berhari-hari. Biasanya, banjir di wilayah tersebut surut dalam waktu singkat.

“Kami pikir hari itu udah kiamat, karena biasanya kan satu hari, besoknya udah surut airnya. Ini berhari-hari,” tuturnya.

Selama bertahan di atap rumah, mereka hidup dalam kondisi serba terbatas.

“3 hari 4 malam kami basah kuyup, nggak ada ganti-ganti baju. Udah kembung perutnya, udah lemah berangin,” lanjutnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk keempat kalinya. Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung mulai 23 hingga 29 Januari 2026.

Kebijakan tersebut diambil karena sejumlah daerah, seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Pidie Jaya, masih membutuhkan penanganan darurat pascabanjir.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 773 warga Pidie Jaya terdampak banjir bandang akhir November 2025 akan segera menempati hunian sementara. Jumlah tersebut merupakan tahap awal penempatan huntara bagi warga terdampak.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pidie jaya #minum #Pascabanjir #sumatera #makan