Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Mencekam! Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, 8 Orang Tewas dan 82 Warga Masih Hilang

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:18 WIB
Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)
Menyoroti bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Instagram.com/@infojawabarat)

Radar Pasuruan - Bencana tanah longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak akibat timbunan material tanah dari lereng gunung.

Melalui unggahan akun Instagram @infojawabarat pada hari yang sama, tampak kondisi permukiman warga pascalongsor yang memprihatinkan.

“Diperkirakan 20 lebih rumah warga terdampak bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat,” demikian laporan dalam postingan tersebut.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan sedikitnya 20 rumah di Kampung Babakan RT 05 RW 11 terdampak langsung. Dari jumlah itu,hanya satu rumah yang masih berdiri, sementara lainnya tertutup tanah dan bebatuan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa dari total 113 warga terdampak, sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan dan telah dievakuasi ke tenda darurat.

“Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan,” ungkap Herman di lokasi kejadian, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia juga mengonfirmasi adanya korban jiwa serta warga yang masih belum ditemukan.

“Kemudian ada 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian,” ucapnya.

Berdasarkan pengamatan awal, Herman menduga adanya perubahan fungsi lahan dari kawasan dengan tanaman keras menjadi area pertanian palawija.

“Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras, tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija,” tuturnya.

Menurutnya, hujan deras yang disertai aliran air berpotensi membentuk bendung alam dari kayu dan batu, yang kemudian jebol dan memicu longsor.

“Saat hujan deras turun, ditambah adanya aliran air, meskipun kecil, kemungkinan terjadi bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol,” jelas Herman.

Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti bencana masih akan dikaji lebih mendalam.

“Ini dugaan sementara berdasarkan kondisi lapangan. Tentu nanti akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim ahli,” tambahnya.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyebut material longsor menutupi hampir seluruh kawasan permukiman sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Kondisi medan yang curam dan licin menjadi kendala utama bagi tim penyelamat yang bekerja di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian korban.

“Tim SAR terus bekerja di lapangan untuk mencari korban yang belum ditemukan,” kata Asep.

“Mudah-mudahan seluruh korban bisa segera dievakuasi,” lanjutnya.

Pemerintah daerah telah menyiapkan tempat penampungan sementara bagi warga terdampak di Desa Pasirlangu. Warga juga dievakuasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

“Warga yang mengungsi akan dialihkan ke tempat penampungan sementara,” terang Asep.

“Saya bersama Camat Cisarua sudah mengecek langsung kesiapan lokasi tersebut,” sambungnya.

Hingga saat ini, BPBD Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung Barat masih melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi bencana.

 

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#korban #Desa Pasirlangu Cisarua #longsor #rumah #bandung