Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Tangis Pecah di Gunung Bulusaraung, Jenazah Terakhir Korban ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 23 Januari 2026 | 18:46 WIB

 

Kasiops Kantor SAR Kelas A Makassar Andi Sultan tak kuasa menahan tangis saat mengumumkan temuan jenazah ke-10 korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 pada Jumat (23/1).
Kasiops Kantor SAR Kelas A Makassar Andi Sultan tak kuasa menahan tangis saat mengumumkan temuan jenazah ke-10 korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 pada Jumat (23/1).
sar

Radar Pasuruan - Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Makassar, Andi Sultan, tak mampu menyembunyikan haru saat menyampaikan kabar terbaru operasi pencarian, Jumat (23/1). Setelah tujuh hari melakukan pencarian intensif di kawasan Gunung Bulusaraung, wilayah Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jenazah terakhir korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500.

Peristiwa mengharukan itu terjadi saat Andi memberikan laporan perkembangan operasi SAR. Ia mengungkapkan bahwa pada pukul 09.16 WITA, korban terakhir atau jenazah ke-10 berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

Dengan temuan tersebut, seluruh korban yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah ditemukan. Saat ini, fokus tim tinggal menyelesaikan proses evakuasi.

”Pada pukul 09.16 WITA, alhamdulillah korban (ke-10) ditemukan, paket ke-10 sudah ditemukan dan saat ini sementara proses evakuasi,” ungkap Andi sambil menahan tangis.

Operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 telah berlangsung sejak Sabtu (17/1). Basarnas menerima laporan pesawat dengan rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak di wilayah Maros.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim SAR Gabungan segera diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, Basarnas memastikan pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.

Berdasarkan data manifes penerbangan, korban terdiri dari Andy Dahananto selaku pilot, Farhan Gunawan sebagai kopilot, serta kru lainnya yakni Hariadi, Restu Adi P, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita S. Tiga korban lainnya adalah Deden, Ferry, dan Yoga yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

”TNI, Polri, dari Basarnas, dan tentu seluruh unsur-unsur pemerintah daerah, pemerintah desa dan semuanya bekerjasama (dalam operasi SAR),” imbuhnya.

Selain mengevakuasi 10 jenazah korban, Tim SAR Gabungan juga berhasil menemukan kotak hitam (black box) pesawat. Satu paket tambahan berisi bagian tubuh korban turut ditemukan dan dievakuasi. Meski seluruh korban telah ditemukan, operasi SAR masih terus dilanjutkan hingga proses evakuasi dinyatakan benar-benar selesai.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pesawat ATR #sar #jenazah #tangis