Radar Pasuruan - Sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali dilanda banjir hingga merendam kawasan permukiman warga.
Kondisi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial usai seorang warga Harapan Indah mengunggah video yang memperlihatkan blok perumahannya tergenang air dengan ketinggian yang terus meningkat.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @adiminee pada Kamis, 22 Januari 2026, perekam menyampaikan keluhannya karena banjir disebut terjadi hingga dua kali dalam sepekan.
Dalam rekaman itu, warga tersebut juga menyoroti pihak pengembang yang dinilai lebih memprioritaskan pembangunan kawasan perumahan baru dibandingkan mengurus wilayah lama yang kerap terdampak banjir.
“Nih, KDM lihat rumah gue kebanjiran lagi, Harapan Indah parah nih, mikirinnya perumahan yang sekarang mulu, yang lama-lama kagak diurusin, lu lihat tuh begini,” ucap perekam video sambil mengadu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan nada kesal.
Ia juga mengungkapkan pengalaman pahit akibat banjir, di mana keponakannya yang meninggal dunia harus dievakuasi menggunakan bantuan Tim SAR.
“Kemarin ponakan gue meninggal diangkut pakai rescue, pakai Tim SAR, masa iya seminggu dua kali? Ya Allah. Tolongin lah Kang Dedi,” lanjutnya.
Pada unggahan video lainnya, warga tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan KDM, melainkan berharap adanya tanggapan dan tanggung jawab dari pihak pengembang perumahan.
Ia turut membagikan pernyataan dari developer yang menyebutkan bahwa perawatan lingkungan sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Video yang telah ditonton lebih dari 240 ribu kali itu kemudian mendapat tanggapan langsung dari Dedi Mulyadi.
“Yth para developer perumahan, silakan temui para konsumen Anda dan mari kita duduk bersama dengan pemerintah untuk mencari solusi. Bukankah salah satu promo saat penjualan adalah ‘Bebas Banjir’?” tulis KDM melalui akun Instagram @dedimulyadi71 pada Jumat, 23 Januari 2026.
Dalam pernyataannya, KDM meminta agar para pengembang lebih bertanggung jawab dengan menemui warga terdampak, bukan justru sibuk mengurus perizinan proyek perumahan baru.
“Kita tahu banjir yang melanda Bekasi paling banyak dialami oleh perumahan-perumahan yang dulu menjanjikan, sebagai kawasan bebas banjir,” kata KDM.
Ia juga menyoroti sikap developer yang dinilai abai ketika warganya mengalami musibah banjir.
“Dan yang paling prihatin adalah saat warga perumahan mengalami kebanjiran, developer yang dulu mempromosikan sebagai kawasan yang nyaman dan aman bagi hunian, tidak pernah datang menemui para konsumennya yang hari ini berteriak-teriak, mereka lebih sibuk untuk mengajukan izin baru,” ujarnya.
KDM pun menegaskan agar penyelesaian persoalan banjir tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
“Jangan segala sesuatu dibebankan kepada pemerintah. Jangan segala sesuatu dibebankan semuanya kepada pemerintah karena bagaimana pun ketika mengembangkan perumahan pasti dulu mendapatkan keuntungan,” tegasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni