Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Hampir 2 Bulan Pascabanjir, Dusun di Aceh Utara Masih Terisolir

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 23 Januari 2026 | 17:50 WIB

 

Relawan menceritakan perjalanan dan kondisi Dusun Sarah Raja, Aceh Utara.
Relawan menceritakan perjalanan dan kondisi Dusun Sarah Raja, Aceh Utara.

Radar Pasuruan - Hampir dua bulan berlalu sejak banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Namun hingga kini, beberapa daerah masih kesulitan akses dan terisolasi.

Salah satu wilayah tersebut adalah Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kondisi dusun pedalaman itu kembali menjadi sorotan setelah dibagikan oleh seorang relawan sekaligus influencer bernama Manda melalui akun Instagram @mnztl__.

Dalam unggahannya, Manda mengungkapkan bahwa Dusun Sarah Raja masih terputus dari akses dasar, termasuk listrik dan sanitasi yang layak.

“Yang terhormat kepada seluruh relawan banjir Aceh, tolong jangan datang ke desa yang viral aja. Tolong bantu desa yang terisolir ini,” tulis Manda dalam keterangan videonya, dikutip Jumat, 23 Januari 2026.

“Hampir 2 bulan mereka belum punya listrik, air bersih, mandi dll pakai air sungai,” lanjutnya.

Video tersebut juga memperlihatkan perjuangan para relawan untuk mencapai dusun tersebut. Satu-satunya akses menuju lokasi hanyalah melalui jalur sungai menggunakan kapal nelayan, dengan waktu tempuh sekitar satu jam melawan arus.

“Untuk menuju ke desa terisolir ini, kami harus mengarungi sungai yang berlawanan arus. Kurang lebih 1 jam perjalanan,” tulisnya.

“Jalan satu-satunya untuk menuju ke sana hanya pakai boat karena tidak ada akses jalur darat, jembatan putus,” sambungnya.

Diketahui, pembangunan jembatan baru mulai dikerjakan sejak 21 Januari 2026, namun belum ada kepastian kapan akses tersebut bisa kembali digunakan.

Dusun Sarah Raja termasuk wilayah yang terdampak parah saat banjir bandang terjadi. Sisa-sisa bencana masih terlihat jelas, berupa lumpur tebal dan kayu-kayu besar yang berserakan.

“Ada 41 Kepala Keluarga (KK), ada 3 bayi yang baru lahir. Banyak yang mau bantu, tapi terhalang oleh akses jalan,” tulis Manda.

“Ketika kami datang, mereka sangat bahagia, mereka bahagia karena kita masih peduli sama mereka. Meskipun jumlah KK di sini sedikit, tapi mereka manusia, mereka juga butuh pertolongan. Mereka juga butuh makan,” imbuhnya.

Dari lokasi sandar kapal nelayan, relawan masih harus berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk mencapai permukiman warga.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh untuk keempat kalinya selama tujuh hari, terhitung mulai 23 hingga 29 Januari 2026.

Perpanjangan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi penanganan darurat yang belum tuntas serta laporan dari Bupati Aceh Tamiang, Bupati Aceh Utara, dan Bupati Pidie Jaya. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menyatakan kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat saat meninjau lokasi pengungsian di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#air bersih #aceh utara #listrik #Pascabanjir