Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Usai Diplomasi Inggris, Prabowo Bertolak ke Davos Hadiri World Economic Forum

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 22 Januari 2026 | 17:26 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Charles III di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1).
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Charles III di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1).

Radar Pasuruan - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan agenda lanjutan Presiden Prabowo Subianto setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan diplomatik di Inggris. Kepala Negara dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Swiss untuk menghadiri forum ekonomi internasional.

“Besok tanggal 22 (Januari), Bapak Presiden akan ke Davos, ke Swiss. Beliau akan berbicara dalam World Economic Forum dihadiri oleh lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan," kata Teddy di Bandar Udara London Stansted, Inggris, sebagaimana tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (22/1).

Teddy menuturkan, World Economic Forum (WEF) merupakan forum strategis bagi Indonesia karena mempertemukan para pemimpin dunia dengan aktor utama perekonomian global.

“Kemudian ada lebih dari 1.000 CEO besar perusahaan di dunia," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo akan memaparkan gagasan serta konsep ekonomi yang selama ini menjadi landasan kebijakannya.

“Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan dalam, ya selama beliau sebelum menjadi Presiden dan sejak menjadi Presiden hingga sekarang," ujarnya.

Selain itu, Presiden juga akan menyampaikan berbagai capaian kinerja pemerintah selama satu tahun terakhir di hadapan peserta forum internasional tersebut.

“Dan beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini. Dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics. Oke, Prabowonomics," tuturnya.

Teddy menegaskan, setiap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selalu diarahkan untuk memberikan manfaat konkret bagi Indonesia. Diplomasi yang dijalankan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi berorientasi pada hasil nyata.

“Intinya ini Bapak Presiden kalau ke luar negeri itu beliau ingin ada yang didapatkan. Ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia," pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#seskab #World Economi Forum #prabowo #davos