Radar Pasuruan - Pihak keluarga menceritakan pengalaman mereka saat ikut terlibat dalam upaya pencarian salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, atas nama Deden Maulana (43) di Makassar.
"Alhamdulillah kami dari pihak keluarga kemarin difasilitasi untuk bisa berangkat ke Makassar," ujar adik ipar Deden, Asep Hilman Rosadi, saat upacara persemayaman di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis.
Hilman mengungkapkan bahwa selama berada di Makassar, pihak keluarga mendapatkan pelayanan terbaik serta informasi yang disampaikan secara jelas dan akurat. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya memberanikan diri menempuh perjalanan cukup panjang, yakni sekitar 2,5 jam dari bandara dan dilanjutkan satu jam perjalanan menggunakan sepeda motor.
Atas hal tersebut, Hilman menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. Ia menilai bantuan, perhatian, dan dukungan yang diberikan, mulai dari pencarian, evakuasi, hingga pendampingan moril kepada keluarga, sangat luar biasa hingga proses pemakaman.
"Saya juga melihat dengan mata saya sendiri bagaimana para relawan dari Basarnas, TNI, bekerja keras. Dan kami dari pihak keluarga menyadari ternyata memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban," katanya.
Ia mengaku bersyukur dapat berangkat langsung ke Makassar untuk menjemput jenazah sang kakak yang rencananya akan dimakamkan di Kota Garut, Jawa Barat. Upacara persemayaman dilaksanakan mulai pukul 10.36 WIB sebagai bentuk penghormatan terakhir dengan penganugerahan pangkat anumerta kepada almarhum.
Jenazah Deden Maulana ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 300 meter. Pesawat nahas tersebut diketahui jatuh setelah menabrak gunung pada Sabtu (17/1) siang.
Korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjenis kelamin laki-laki tersebut akhirnya berhasil diidentifikasi atas nama Deden Maulana setelah dilakukan pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Jalan Kumala, Makassar, pada Rabu malam.
Deden Maulana diketahui merupakan pegawai bidang pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut.
Editor : Moch Vikry Romadhoni