Radar Pasuruan - Jaringan Pemred Promedia (JPP) menggelar forum diskusi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico, guna membahas program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
Forum tersebut digelar secara daring pada Selasa malam, 20 Januari 2026, dan diikuti para pemimpin redaksi serta perwakilan media mitra Promedia dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam forum bertajuk Mengenal Sekolah Rakyat Lebih Dekat itu, Robben Rico menyampaikan pandangannya bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.
"Sekolah rakyat ini salah satu program besar Presiden Prabowo yang menjadi sebuah miniatur pengentasan kemiskinan," kata Rico.
Berangkat dari tujuan tersebut, Rico menjelaskan berbagai perencanaan yang telah disusun Kemensos untuk mendukung keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo itu.
"Sekolah rakyat ini harapannya menjadi 'penyapu ranjau' untuk anak-anak Indonesia agar mereka bisa setara dengan saudara-saudaranya yang lain, atau dari keluarga yang mampu," terangnya.
Rico menegaskan, Kemensos telah menyiapkan perencanaan secara menyeluruh agar Sekolah Rakyat benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu.
"Kami telah membuat perencanaan terkait target yang ingin dicapai, terkhusus terkait gagasan Presiden dalam rangka memuliakan keluarga dhuafa dan warga miskin," jelasnya.
Dalam diskusi bersama JPP tersebut, Rico juga memaparkan konsep Sekolah Rakyat yang dilengkapi dengan fasilitas asrama bagi para siswa.
"Bentuknya asrama, artinya anak-anak akan masuk di sini 24 jam berada di sekolah rakyat," tuturnya.
Ia menambahkan, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pendampingan pembentukan karakter secara intensif.
"8 jam mereka mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah reguler, kemudian sisanya sekolah akan membentuk karakter anak-anak," ungkapnya.
Rico berharap, melalui konsep tersebut, Sekolah Rakyat dapat mencetak generasi yang mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
"Anak-anak ini akan kita bentuk menjadi agen perubahan yang nanti bisa membawa sebuah perubahan dan bisa memutus rantai kemiskinan, dimulai dari keluargannya," tutup Rico.
Editor : Moch Vikry Romadhoni