Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Cak Imin: Pesantren Dinilai Jadi Kunci Transformasi Pendidikan Nasional

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:43 WIB

 

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar.
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar.

Radar Pasuruan - Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar menilai pesantren memiliki kekuatan inovasi besar dalam dunia pendidikan. Sejak dulu, pesantren konsisten melahirkan sumber daya manusia unggul dengan karakter kuat dan berdaya saing.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin saat membuka Rapat Kerja Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (20/1). Ia menilai tantangan utama pesantren saat ini bukan terletak pada gagasan, melainkan pada kecepatan dalam mengadopsi serta mengeksekusi perubahan.

“Inovasi pesantren itu sudah luar biasa. Kita bukan tidak inovatif, tetapi perlu penguatan dan percepatan implementasi. Tinggal bagaimana kita menentukan titik awal dan merumuskan formula yang tepat. Di sinilah peran strategis FPTP untuk mendorong akselerasi transformasi pesantren agar berjalan lebih optimal,” ujar Muhaimin.

Menurutnya, langkah-langkah yang dijalankan FPTP memiliki nilai strategis dan bernilai ibadah. Jika dilaksanakan secara konsisten, terukur, dan sistematis, program FPTP diyakini mampu membawa pesantren keluar dari berbagai keterbatasan menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Muhaimin yang juga menjabat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat menekankan bahwa pesantren saat ini menghadapi dua agenda penting. Pertama, kemampuan beradaptasi dan mengadopsi metode pendidikan baru. Kedua, kesiapan dalam mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi.

“Karakter pendidikan itu dibangun dari sistem. Semakin baik sistemnya, maka semakin baik pula output lulusan pesantren, sehingga memiliki daya saing yang kuat,” jelasnya.

Ia berharap FPTP dapat memainkan peran sebagai penghubung yang efektif antara pesantren, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi tersebut, kualitas pendidikan pesantren diharapkan terus meningkat.

“Insya Allah apa yang dilakukan FPTP mampu menggerakkan seluruh subjek untuk terlibat aktif dalam transformasi pesantren,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur FPTP KH Saifullah Maksum menyampaikan bahwa Raker FPTP 2026 kini tidak lagi berkutat pada perdebatan konseptual mengenai persoalan pesantren.

“Soal problem, rekomendasi tokoh, hingga paradigma pesantren sudah kita bahas dan susun dalam berbagai forum dan buku. Sekarang yang kita cari adalah cara dan metode yang paling efektif agar pesantren mampu mengimplementasikan semua rekomendasi itu dan menjadi lebih maju,” ucapnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#cak imin #pesantren #ketum pkb