Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Dua Jenazah Korban Pesawat ATR Dievakuasi Lewat Gunung dengan Teknik Mountaineering

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:12 WIB

 

Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulsel, melalui jalur darat.
Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulsel, melalui jalur darat.

Radar Pasuruan - Tim SAR Gabungan memastikan telah menemukan dua jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500. Namun, proses evakuasi melalui jalur udara tidak dapat dilakukan akibat cuaca buruk.

Oleh karena itu, kedua jenazah dievakuasi melalui jalur darat dari Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menuju Posko Utama dengan teknik mountaineering.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa kedua jenazah tersebut masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Jenazah pertama ditemukan pada Minggu (18/1), sedangkan jenazah kedua ditemukan pada Senin (19/1). Informasi tersebut diterima Mabes TNI AD dari laporan prajurit Angkatan Darat yang terlibat langsung dalam operasi SAR di wilayah Pangkep.

”Di tengah medan pegunungan yang terjal, vegetasi hutan rapat, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah, prajurit TNI AD bersama Tim SAR Gabungan tetap bergerak secara terukur dan penuh kehati-hatian. Operasi difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” ungkap Donny saat dikonfirmasi pada Selasa (20/1).

Menurut Donny, evakuasi kedua jenazah terpaksa dilakukan melalui jalur darat karena evakuasi udara tidak memungkinkan.

Teknik mountaineering dipilih sebagai metode paling aman mengingat kondisi cuaca ekstrem, angin kencang, dan kabut tebal yang menyelimuti lokasi kejadian.

”Meski dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi, seluruh unsur tetap melanjutkan operasi secara disiplin dan terkoordinasi. TNI AD memastikan operasi evakuasi akan terus dilaksanakan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi, sesuai prosedur dan perkembangan situasi di lapangan,” kata Donny.

Basarnas selaku pemegang komando Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 juga mengakui bahwa kondisi medan di lokasi jatuhnya pesawat tidak memungkinkan dilakukan evakuasi melalui udara.

Oleh sebab itu, evakuasi jalur darat terus dilakukan secara terpadu oleh Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Pesawat ATR 42 500 #tim sar #gunung bulusaraung #jenazah