Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Demi Jaga Jenazah Korban ATR, Tim SAR Menginap di Lokasi Jatuh Pesawat

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 19 Januari 2026 | 16:34 WIB

 

Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim Basarnas Gabungan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim Basarnas Gabungan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Radar Pasuruan - Operasi pencarian dan penyelamatan kru serta korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sempat terhambat cuaca ekstrem. Kondisi tersebut membuat 10 personel Tim SAR Gabungan harus bermalam di lokasi pada Minggu (18/1) hingga Senin (19/1).

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menjelaskan, para personel terpaksa menginap di gunung untuk menjaga jenazah korban yang telah ditemukan. Upaya evakuasi belum bisa dilakukan karena medan yang berat serta cuaca yang tidak memungkinkan.

”Sebanyak 10 personel SAR terpaksa bermalam di lokasi kejadian guna menjaga jenazah korban, setelah upaya evakuasi pada hari kedua belum dapat dilaksanakan. Proses tersebut sempat berlangsung hampir 5 jam, namun harus dihentikan akibat cuaca, keterbatasan waktu dan jarak pandang,” kata dia.

Mayjen Bangun menegaskan kepada seluruh personel yang terlibat bahwa operasi SAR bukan sekadar tugas rutin, melainkan misi kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh empati dan rasa tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa keluarga korban menunggu kabar dengan penuh harap.

”Ini adalah tugas mulia, keluarga korban yang mungkin berada di Makassar, mungkin berada di kampung halaman mereka, detik demi detik, waktu demi waktu, menunggu kabar dari kita,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, jenderal bintang dua TNI AD tersebut turun langsung ke salah satu titik keberangkatan Tim SAR Gabungan di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, untuk memberikan arahan dan motivasi kepada para prajurit.

Pada hari ini, fokus utama operasi SAR adalah melanjutkan pencarian dan evakuasi jenazah korban yang telah ditemukan. Lokasi jatuhnya pesawat rute Yogyakarta–Makassar itu berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut.

”Dengan karakteristik medan pegunungan yang terjal, curam, dan kondisi cuaca yang tidak stabil,” jelasnya.

Selain menemukan jenazah korban berjenis kelamin laki-laki, Tim SAR Gabungan juga berhasil menemukan sejumlah bagian pesawat, seperti mesin, roda, ekor, dan komponen lainnya, termasuk Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tim sar #cuaca ekstream #jenazah #ATR 42 500