Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Guru SMK di Jambi Diduga Dikeroyok Murid, Kronologi Versi Siswa Terungkap

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:33 WIB

 

Menyoroti insiden aksi saling pukul seorang guru dengan siswanya di SMK Jambi yang viral di medsos. (Instagram.com/@jambisharing)
Menyoroti insiden aksi saling pukul seorang guru dengan siswanya di SMK Jambi yang viral di medsos. (Instagram.com/@jambisharing)

Radar Pasuruan - Seorang guru Bahasa Inggris bernama Agus Saputra di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menjadi sorotan publik setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswanya. Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memantik beragam reaksi.

Akibat kejadian itu, Agus dilaporkan mengalami luka memar di bagian pipi dan tubuh karena menerima pukulan dari beberapa siswa. Salah satu siswa berinisial MLF yang diduga terlibat kemudian menyampaikan kronologi versi dirinya melalui unggahan Instagram @pembasmii.kehaluan pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurut MLF, ketegangan bermula saat suasana kelas menjelang akhir pelajaran menjadi gaduh. Ia mengaku spontan berteriak meminta teman-temannya untuk tenang, namun tak lama kemudian Agus masuk ke kelas dan mempertanyakan siapa yang berteriak.

"Tiba-tiba beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa permisi ke guru yang ada di dalam, langsung tanya ‘siapa yang bilang woi?' begitu," kata MLF.

MLF mengaku menjawab panggilan tersebut dengan menyebut nama panggilan yang biasa digunakan guru itu kepadanya, yakni ‘Prince’. Namun situasi memanas ketika ia mengaku langsung ditampar setelah maju ke depan kelas.

"Terus saya jawab ‘saya Prince’ kayak gitu, terus spontan saya ke depan langsung ditampar," imbuhnya.

MLF menjelaskan, panggilan ‘Prince’ merupakan sebutan yang justru diminta oleh sang guru, karena Agus disebut tidak menyukai dipanggil dengan sebutan ‘Bapak’.

Lebih lanjut, MLF menuturkan bahwa aksi pengeroyokan terjadi saat Agus dibawa ke kantor oleh pihak komite sekolah. Ia mengklaim, guru tersebut bersikap mengejek dan sempat memukul dirinya lebih dulu.

"Pas saya sampai depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung," terang MLF.

Ia menegaskan, pengeroyokan dilakukan secara spontan oleh siswa lain setelah melihat dirinya dipukul. Menurutnya, insiden itu tidak akan terjadi jika tidak ada tindakan fisik terlebih dahulu.

Di sisi lain, Agus sebelumnya juga membeberkan kronologi versinya melalui akun Instagram @jambisharing pada Kamis, 15 Januari 2026. Ia menyebut kejadian berawal dari teguran kepada siswa yang dianggap bersikap tidak sopan dengan meneriakkan kata yang merendahkan martabatnya sebagai guru.

"Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya," ujar Agus saat menjelaskan responsnya terhadap sikap siswa tersebut.

Situasi sempat dilerai oleh guru-guru lain dan dilakukan mediasi. Namun, Agus membantah tudingan bahwa dirinya menghina siswa dengan sebutan ‘miskin’ dan menegaskan ucapannya disampaikan dalam konteks motivasi.

"Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek," jelasnya.

Mediasi disebut berakhir tanpa kesepakatan. Ketegangan kembali memuncak saat jam istirahat, ketika sejumlah siswa dari berbagai angkatan melakukan aksi solidaritas yang berujung pada pengeroyokan dan pelemparan batu terhadap Agus.

"Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan," ungkap Agus.

Meski mengaku menjadi korban kekerasan, Agus menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum karena memikirkan masa depan dan kondisi psikologis para siswanya.

"Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini anak didik saya," tutupnya.

Hingga kini, pihak sekolah maupun otoritas setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kasus #pengeroyokan #guru smk #kronologi #siswa