Radar Pasuruan - Buku Broken Strings karya artis Aurelie Moeremans tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Buku tersebut menarik perhatian publik karena mengangkat pengalaman nyata dan pahit yang pernah dialami Aurelie di masa lalunya.
Melalui Broken Strings, Aurelie mengungkap kisah kelam saat dirinya menjadi korban child grooming ketika usianya masih 15 tahun. Cerita tersebut semakin menyita perhatian setelah nama aktor Roby Tremonti ramai disebut-sebut sebagai sosok yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.
Viralnya buku tersebut membuat sejumlah rumah produksi langsung melirik Broken Strings untuk diadaptasi ke layar lebar maupun format serial. Beberapa production house bahkan dikabarkan saling bersaing demi mendapatkan hak eksklusif atas kisah tersebut.
Aurelie mengaku terkejut sekaligus antusias melihat respons yang datang. Ia menyebut ada satu rumah produksi yang menunjukkan ketertarikan di luar dugaan, meski belum bisa mengungkap detailnya ke publik.
Menurut Aurelie, ini merupakan pengalaman pertama baginya melihat sebuah karya yang ditulis secara personal justru menjadi rebutan banyak rumah produksi dalam waktu bersamaan. Situasi itu membuatnya merasa bangga sekaligus terharu.
Aktris yang kini tengah mengandung tersebut juga mengaku sangat bersyukur atas respons positif yang mengalir, baik dari pembaca maupun pelaku industri film. Ia merasa niatnya menulis buku ini untuk memberi dampak baik dan kebermanfaatan bagi banyak orang mulai terwujud.
Aurelie mengungkapkan bahwa sejak awal ia tak pernah membayangkan kisah pribadinya akan mendapat dukungan sebesar ini. Ia menulis buku tersebut dengan penuh kejujuran dan keterbukaan, tanpa menyangka akan dibaca dan dirangkul oleh begitu banyak orang.
Bagi Aurelie, besarnya perhatian terhadap Broken Strings menjadi semacam pelepasan emosional. Ia merasa “Aurelie kecil” dalam dirinya akhirnya bisa bernapas lega karena kisah yang lama terpendam kini mendapat ruang, empati, dan pemahaman dari banyak pihak.
Ia berharap, cerita yang ia bagikan dapat menemani para pembaca, membuat mereka merasa tidak sendirian, serta memberi kekuatan bagi siapa pun yang pernah mengalami hal serupa.
Editor : Moch Vikry Romadhoni