Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Pemulihan Pascabencana Dikebut, Puluhan Sumur Bor Dibangun di Aceh

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:16 WIB

 

Pemerintah mempercepat pemulihan layanan dasar di Aceh pascabencana. Salah satu fokus utamanya adalah penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di berbagai wilayah terdampak.
Pemerintah mempercepat pemulihan layanan dasar di Aceh pascabencana. Salah satu fokus utamanya adalah penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di berbagai wilayah terdampak.

Radar Pasuruan - Pemerintah terus mengakselerasi pemulihan layanan dasar di Aceh pascabencana, salah satunya dengan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan sumur bor, baik sumur dangkal maupun sumur dalam, di sejumlah wilayah.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh melaksanakan pengeboran tambahan di 57 titik yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, antara lain Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.

Program ini melengkapi pembangunan 24 titik sumur bor yang sebelumnya telah ditangani oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.

Perkembangan pekerjaan di lapangan menunjukkan tahapan yang berbeda-beda. Sejumlah lokasi masih dalam fase persiapan dan mobilisasi peralatan, sebagian telah memasuki proses pengeboran, sementara beberapa titik lainnya sudah rampung dan langsung dimanfaatkan oleh warga.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dalam penanganan pascabencana karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan aktivitas masyarakat.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa beraktivitas dengan aman dan layak,” ujar Dody, Selasa (13/1).

Di Kabupaten Aceh Tamiang, lima sumur bor dangkal telah selesai dibangun dan kini digunakan oleh masyarakat.

Sumur tersebut berada di Polindes Meunasah Paya, Puskesmas Manyak Payed, Puskesmas Karang Baru, serta Masjid Babul Falah dan Masjid Baitul Amal. Keberadaan fasilitas ini mendukung operasional layanan kesehatan, rumah ibadah, dan kebutuhan air harian warga.

Untuk sumur bor dalam di Aceh Tamiang, proses pembangunan masih berjalan. Pengeboran terdalam dilakukan di Puskesmas Bendahara dengan kedalaman 85 meter, disusul Puskesmas Rantau sedalam 65 meter.

Beberapa lokasi lain seperti Desa Alur Manis, Puskesmas Kuala Simpang, dan Puskesmas Karang Baru juga masih dalam tahap pengeboran dengan kedalaman bervariasi. Sementara di Desa Kota Lintang, sumur bor telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat.

Pekerjaan serupa juga berlangsung di Kecamatan Kejuruan Muda. Di Puskesmas Kejuruan Muda, pembangunan sumur dangkal dan sumur bor dalam masih menunggu mobilisasi peralatan.

Adapun di Kantor Datok Kampung Suka Makmur, sumur bor dalam telah rampung sepenuhnya dan siap digunakan, sedangkan sumur dangkalnya masih dalam tahap persiapan.

Di Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah sumur dangkal telah selesai dan berfungsi di beberapa lokasi, termasuk kawasan hunian sementara (huntara) serta meunasah di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu.

Untuk sumur bor dalam, pekerjaan masih berlanjut di beberapa titik dengan kedalaman pengeboran yang terus bertambah.

Sementara itu, pembangunan sumur bor dalam di Kabupaten Bener Meriah menghadapi tantangan kondisi geografis dan teknis. Saat ini, pengeboran aktif dilakukan di Huntara Desa Tunyang dan Dusun Sejahtera dengan kedalaman lebih dari 20 meter.

Di beberapa desa lainnya, pekerjaan masih berada pada tahap survei lapangan dan kajian geolistrik sebelum proses pengeboran dimulai.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pemulihan #pascabencana #sumur bor #aceh