Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

FPI Kecam Pandji Pragiwaksono, Materi Stand Up Dinilai Menista Salat

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:06 WIB

 

Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono

Radar Pasuruan - Pertunjukan stand up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea kembali menuai reaksi keras.

Kali ini kecaman datang dari Front Persaudaraan Islam (FPI). Melalui surat pernyataan sikap yang beredar di kalangan media, FPI menilai Pandji telah melakukan penistaan agama lewat materi yang menyinggung cara memilih pemimpin dan salat.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum DPP FPI Muhammad Alatas tersebut, FPI mengecam keras siapa pun yang menjadikan simbol-simbol Islam sebagai bahan candaan.

FPI menegaskan bahwa salat merupakan kewajiban utama umat Islam sehingga tidak pantas dijadikan lelucon atau bahan tertawaan karena dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Islam.

FPI menyampaikan bahwa kritik terhadap pemerintah yang disampaikan Pandji melalui Mens Rea sejatinya sah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, mereka menyayangkan kritik tersebut disertai dengan materi yang menyentuh persoalan salat, yang dianggap sebagai fondasi utama dalam ajaran Islam.

”Sayangnya kritikan baik yang dilancarkan Pandji tercemari dengan ungkapan yang tidak lucu terkait dengan permasalahan salat yang merupakan fondasi penting dalam ajaran Islam,” demikian bunyi pernyataan FPI.

Menurut FPI, salat tidak boleh dijadikan bahan candaan karena menjadi tolok ukur penting bagi seorang muslim. Mereka menilai Pandji telah mengingkari ayat Al-Qur’an dan menghina sunnah Nabi Muhammad SAW.

”Tindakan Pandji yang memperolok preferensi memilih pemimpin yang rajin salat adalah bentuk penghinaan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW yang menjadikan salat itu sebagai standar minimal bagi rakyat untuk tetap wajib memberikan loyalitas dan tidak memberontak terhadap pemimpinnya,” lanjut pernyataan tersebut.

FPI juga menilai analogi Pandji yang menyamakan rajin salat dengan rajin namun belum tentu pintar sebagai bentuk kesesatan berpikir.

Menurut mereka, analogi tersebut merendahkan ibadah salat dan sifat rajin, padahal dalam Islam salat adalah jalan menuju kebaikan dan pencegah perbuatan buruk. Analogi lain yang disampaikan Pandji, seperti membandingkan pilot dengan pemimpin negara, juga dinilai keliru.

”Oleh karena itu, pernyataan Pandji tersebut adalah bentuk upaya penistaan terhadap salat yang merupakan fondasi penting dalam Islam dan juga merupakan syi’ar bagi agama Islam. Sehingga kami meminta kepada saudara Pandji melakukan taubat nasuha dengan memohon ampun kepada Allah SWT dan meminta maaf kepada umat Islam,” bunyi pernyataan FPI.

FPI menegaskan akan mengawal proses hukum terkait dugaan penistaan agama tersebut agar berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. Selain itu, mereka juga meminta Netflix untuk menghapus, memotong, atau menyensor materi stand up comedy Pandji yang dinilai bermasalah.

”Bahwa diserukan kepada para komedian atau pelawak lainnya agar tidak menjadikan simbol-simbol maupun ajaran agama sebagai bahan untuk candaan dan olok-olok. Karena, kita hidup di negara yang berdasarkan Pancasila dimana agama dijunjung tinggi,” tutup pernyataan tersebut.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#mens rea #fpi #stand up comedy #panji pragiwaksono #penistaan agama #sholat