Radar Pasuruan - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengingatkan sekitar 1.600 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar semakin adaptif, profesional, serta mengedepankan solusi dalam menjalankan tugas pelayanan jamaah di Tanah Suci. Ia menilai tahun 2026 menjadi momentum penting dalam penguatan sistem layanan haji nasional.
“Kita menghadapi perubahan regulasi, penyesuaian sistem di Arab Saudi serta karakteristik jemaah yang semakin beragam dari sisi usia, kondisi kesehatan, dan latar belakang sosial. Semua ini menuntut kesiapan petugas yang lebih adaptif,” ujar Gus Irfan saat memberikan arahan kepada PPIH Pusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1).
Dalam arahannya, Gus Irfan menegaskan bahwa orientasi utama seluruh petugas haji adalah pelayanan kepada jamaah, bukan menjadikan penugasan sebagai sarana untuk berhaji secara pribadi. Ia secara khusus mengingatkan agar para petugas tidak berangkat dengan niat “nebeng haji”.
“Saudara sekalian, seperti disampaikan tadi, jangan berpikiran kita berangkat untuk nebeng haji. Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji, niatkanlah sebagai pelayan tamu-tamu Allah,” tegasnya.
Menurut Gus Irfan, peluang menjalankan ibadah haji secara pribadi bisa saja didapatkan apabila ada rezeki dan kesempatan. Namun dalam kondisi tertentu, petugas harus mengutamakan kepentingan jamaah di atas kepentingan ibadah pribadi.
“Insyallah jika ada rezeki, jika ada peluang, tentu kalian juga bisa ikut melaksanakan ibadah haji. Tapi jika pada satu saat ada pilihan apakah harus menjalankan ritual haji ataukah harus melayani jamaah, sudah jelas pilihannya, layani jamaah,” katanya.
Ia mencontohkan situasi di lapangan ketika petugas tengah bersiap menjalankan ibadah, namun ada jamaah yang membutuhkan pertolongan. Dalam kondisi tersebut, Gus Irfan meminta agar ibadah pribadi ditunda demi membantu jamaah.
“Kalau ada jemaah yang minta tolong pada saat petugas mau ibadah, tunda ibadahnya lalu tolong jemaah terlebih dahulu,” ucapnya.
Tak hanya dalam momen tertentu, Gus Irfan juga menekankan bahwa dalam aktivitas sehari-hari pun pelayanan harus menjadi prioritas utama petugas haji.
“Demikian juga sehari-hari, ketika mau berangkat, panjenengan mau salat di Masjidil Haram, ‘Sik saya mau salat dulu,’ no way. Layani jamaah dulu,” pungkasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni