Radar Pasuruan - Pernyataan seorang pemandu wisata di Kalimantan mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui unggahan Instagram pribadinya, @orangudeny, pada Senin (12/1), Deny Priyatna membagikan pengalaman unik saat menemani wisatawan menyusuri hutan tropis Kalimantan.
Dalam perjalanan tersebut, Deny mengaku mendapat pertanyaan dari seorang turis yang penasaran dengan warna air sungai yang tampak hitam pekat.
"Mengapa sungainya tampak berwarna hitam?" tanya turis tersebut.
Deny kemudian menjelaskan fenomena itu melalui video terpisah. Ia menggambarkan suasana saat perahu menyusuri hutan Kalimantan dan perlahan memasuki aliran sungai yang berwarna gelap.
"Bayangkan kamu berada di perahu hutan di Kalimantan," ujar Deny.
"Tiba-tiba perahu melambat dan memperlihatkan sungai segelap kopi atau coca-cola," lanjutnya.
Menurut Deny, warna gelap sungai tersebut justru menandakan kemurnian air yang tinggi. Sungai air hitam mengalir di tengah hutan yang hijau dan terang, namun sering disalahartikan sebagai air kotor.
"Kamu mungkin berpikir itu kotor, tapi sebenarnya itu air paling murni di bumi," sebutnya.
Ia menjelaskan, warna hitam berasal dari proses alami dedaunan hutan yang gugur dan membusuk di kawasan rawa. Air hujan yang mengalir melalui tumpukan daun itu menyerap tanin dan asam humat, zat alami yang dihasilkan tumbuhan.
Untuk mempermudah pemahaman, Deny mengibaratkan proses tersebut seperti menyeduh teh.
"Baiklah jadi mari kita buat ini lebih mudah kita pahami," ucap Deny.
"Ini mirip dengan membuat teh, sehingga air sungai menjadi seperti itu," terangnya.
Ia menegaskan bahwa air sungai tersebut sebenarnya sangat jernih dan tidak berlumpur. Warna gelap muncul karena air menyerap cahaya matahari, bukan memantulkannya.
"Air sungai itu tidak berlumpur, sebenarnya sangat jernih. Ia menyerap sinar matahari, bukan memantulkannya," sambungnya.
Deny juga membagikan pengalamannya saat memasukkan air sungai hitam ke dalam botol bening. Menurutnya, air itu terlihat seperti teh atau minuman cola.
"Jika kalian menuangkan air sungai hitam ke dalam botol, itu akan tampak persis seperti teh atau coca-cola," katanya.
Ketika disinari matahari, air tersebut justru memancarkan warna kuning keemasan yang indah.
"Jika kalian menyinari cahaya, itu akan menjadi indah dengan warna kuning keemasan," ucapnya.
Namun di akhir penjelasannya, Deny menyinggung ironi yang kini terjadi. Ia menyebut banyak sungai air hitam di Kalimantan mulai berubah warna akibat pencemaran dari aktivitas tambang emas.
"Kalian tahu apa hal yang paling menyedihkan tentang ini?" tanya Deny.
"Di Kalimantan banyak sungai air hitam telah berubah warna karena tambang emas," ungkapnya.
Ia pun menutup pesannya dengan ajakan agar masyarakat tidak lagi menganggap sungai air hitam sebagai air kotor, melainkan sebagai bagian penting dari ekosistem hutan hujan tropis yang harus dijaga.
Editor : Moch Vikry Romadhoni