Rasar Pasuruan - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunda agenda perkenalan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/1). Acara tersebut awalnya akan digelar di Hotel Mulia, Jakarta, namun kini dipindahkan ke Selasa (13/1) di lokasi yang sama.
Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek yang diguyur hujan hampir sepanjang hari. Selain itu, kondisi fisik John Herdman juga disebut belum sepenuhnya pulih.
"Diundur menjadi besok. (John Herdman) kurang fit. Tempatnya tetap sama," ujar Ketua Badan Tim Nasional Sumardji kepada awak media di Jakarta, Senin (12/1).
Meski belum diperkenalkan secara resmi ke publik, penunjukan Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia sudah lebih dulu menyedot perhatian pecinta sepak bola Tanah Air. Ia resmi menggantikan Patrick Kluivert dan diharapkan membawa warna baru bagi permainan Tim Garuda.
Sejumlah pengamat sepak bola nasional mulai mengulas gaya kepelatihan Herdman. Salah satunya Bung Harpa yang menilai pelatih asal Inggris tersebut memiliki pendekatan berbeda dibanding para pendahulunya.
Dalam siniar YouTube pribadinya yang tayang pada 20 Desember 2025, Harpa menyebut gaya melatih Herdman tidak bisa disamakan dengan Patrick Kluivert maupun Shin Tae-yong.
"Gayanya dia ini berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya, termasuk Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong," ujarnya.
Menurut Harpa, Herdman dikenal sebagai pelatih yang fleksibel dan tidak terpaku pada satu skema permainan. Ia cenderung melakukan improvisasi serta penyesuaian taktik sesuai situasi pertandingan.
“Dia itu sangat improvisasi,” ungkapnya.
Bahkan, gaya permainan Herdman dinilai memiliki kemiripan dengan filosofi Pep Guardiola, pelatih Manchester City. Bukan dari sisi penampilan, melainkan dari cara membaca permainan dan keberanian melakukan eksperimen taktik.
“Karakternya itu mirip-mirip Pep Guardiola, selalu berubah, sering berubah," kata Harpa.
"Sering eksperimen, dan kadang itu sangat dipengaruhi oleh lawannya,” sambungnya.
Dengan karakter tersebut, Harpa memprediksi Timnas Indonesia di bawah asuhan Herdman akan kerap mengalami perubahan taktik, termasuk saat pertandingan tengah berlangsung.
“Banyak improvisasi yang akan dilakukan, kemungkinan besar ya,” sebutnya.
Namun demikian, Harpa menekankan bahwa fleksibilitas pelatih harus diiringi kesiapan pemain agar adaptasi taktik bisa berjalan efektif dan tidak mengganggu ritme permainan tim.
Editor : Moch Vikry Romadhoni