Radar Pasuruan - Operasi pencarian terhadap pendaki asal Magelang, Jawa Tengah, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang hilang di Gunung Slamet resmi dihentikan.
Tim SAR gabungan menutup operasi setelah melakukan pencarian intensif selama sembilan hari sejak Ali dilaporkan hilang pada Minggu, 28 Desember 2025.
Sekitar 70 personel diterjunkan untuk menyisir berbagai titik di kawasan Gunung Slamet hingga batas akhir pencarian. Tim tersebut berasal dari Basarnas, unsur relawan, serta pihak-pihak lain yang telah memenuhi kualifikasi operasi di medan ekstrem.
Sebelumnya, operasi SAR sempat dihentikan pada hari ketujuh, Senin, 5 Januari 2026, karena belum ditemukan petunjuk berarti. Namun, pencarian kemudian diperpanjang selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, 6–7 Januari 2026, dengan cakupan area yang diperluas.
Meski pencarian oleh tim gabungan telah resmi ditutup, peluang pencarian secara mandiri masih terbuka. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu relawan pendaki, Faiq Muzayin, melalui unggahan di akun Instagram @faiqqmuzayin.
“Operasi SAR gabungan secara resmi ditutup pada 7 Januari 2026. Kami memahami duka yang Bapak/Ibu rasakan di setiap langkah pencarian, hati kami selalu bersama keluarga,” tulis Faiq pada Rabu, 7 Januari 2026.
“Walau hasil belum berpihak, ikhtiar dan doa tidak pernah berhenti,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa setelah tanggal tersebut, pemantauan dan penyisiran mandiri tetap diperbolehkan dengan syarat berkoordinasi dengan pihak basecamp.
“Untuk di atas tanggal 7 Januari itu, pemantauan dan boleh untuk penyisiran jika rekan-rekan ingin ikut andil, yang penting dikomunikasikan dengan pihak basecamp,” sambungnya.
Pemerintah Kota Magelang turut menyatakan dukungan terhadap upaya pencarian lanjutan. Melalui laman resminya, Pemkot Magelang memastikan akan tetap membantu kebutuhan logistik sebagai bentuk empati dan solidaritas.
“Walaupun tidak diminta, kami tetap membantu. Ini adalah wujud empati dan solidaritas kami kepada keluarga dan semua pihak yang masih berupaya mencari,” ucap Catur Budi Fajar Sumarmo, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Ali diketahui merupakan putra salah satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Magelang. Ayahnya juga sempat terlibat langsung dalam proses pencarian di Gunung Slamet.
Sebelumnya, Ali mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama rekannya Himawan Choidar Bahran pada 27 Desember 2025. Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap.
Dalam perjalanan, Himawan mengalami cedera kaki dan Ali turun lebih dahulu untuk mencari bantuan. Sejak saat itu, Ali tidak lagi bisa dihubungi.
Himawan kemudian ditemukan tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025, di Pos 9 dalam kondisi lemas. Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak Minggu, 28 Desember 2025, karena keduanya tak kunjung kembali ke basecamp sesuai rencana.
Editor : Moch Vikry Romadhoni