Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Curhat Kepala Desa Aceh Tengah Usai Banjir Bandang Bikin Hati Publik Teriris

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 8 Januari 2026 | 16:31 WIB

 

Menyoroti penuturan pendakwah Salim A Fillah terkait perjuangan warga yang terdampak bencana di Aceh Tengah.
Menyoroti penuturan pendakwah Salim A Fillah terkait perjuangan warga yang terdampak bencana di Aceh Tengah.

Radar Pasuruan - Bencana banjir bandang disertai tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera hingga kini masih menjadi sorotan publik nasional.

Bencana yang terjadi pada akhir November 2025 tersebut menimbulkan dampak kerusakan cukup parah, salah satunya di Kabupaten Aceh Tengah.

Sejumlah jalur transportasi terputus akibat jembatan yang rusak dan tertimbun longsor, setelah diterjang derasnya arus banjir bandang.

Kondisi warga Aceh Tengah pascabencana itu kemudian diungkap oleh pendakwah asal Yogyakarta, Salim A Fillah.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @salimfillah_official pada Minggu, 4 Januari 2026, Salim membagikan kisah perbincangannya dengan seorang kepala desa di wilayah Aceh Tengah.

"Patah hati terbesar kami ketika mendengar cerita dari Pak Reje," ujarnya.

Salim menjelaskan, hingga saat ini akses jalur darat di sejumlah daerah Aceh Tengah masih belum dapat dilalui karena jembatan terputus dan jalan longsor.

"Inilah yang menyebabkan kami fokus pada perbaikan akses, karena masalah ini vital," tegasnya.

"Jika akses terputus, maka ekonomi tidak bisa berputar. Masyarakat tidak bisa jual beli," imbuh Salim.

Dalam potongan video yang dibagikan, Pak Reje—sebutan untuk kepala desa di Aceh—mengungkapkan keluhannya terkait akses jalan menuju desanya yang belum pulih pascabencana.

"Kalau seandainya pak, akses jalan kami bisa lewat, kami tidak perlu bantuan pak," ucap sang kepala desa.

"Kami bukan orang malas di sini, kami orang petani pak, kami tahu diri," tegasnya.

Kepala desa yang identitasnya tidak disebutkan itu juga menceritakan kondisi anak-anak di desanya yang kesulitan beraktivitas akibat keterbatasan penerangan.

"Kami cuman butuh makan pak, dan anak-anak kami sekarang ini juga sudah berapa bulan ini?" tanya sang kepala desa.

"Dia sudah tidak mengaji dengan tidak ada penerangan, tidak bersekolah karena seragamnya hanyut," tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan pada Kamis, 8 Januari 2026, unggahan tersebut tercatat telah mendapatkan 115.204 tanda suka di Instagram.

Unggahan itu pun menuai simpati luas dari warganet, yang membanjiri kolom komentar dengan doa dan dukungan untuk warga terdampak bencana di Sumatera.

"Ya Allah, angkatlah derajat saudara kami di Sumatera dan Aceh. Hilangkan kesedihannya, mudahkan semuanya," tutur warganet dengan akun @guppymida.

"Mudahkan urusan mereka, angkat derajat mereka," tulis warganet lainnya melalui akun @ambardeadeeva.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tanah longsor #kepala desa #sumatera #banjir