Radar Pasuruan - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang cukup berat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu disampaikan melalui akun media sosialnya, menyusul berkurangnya dana APBD hingga hampir Rp 3 triliun.
Dalam penjelasannya, KDM menyebutkan bahwa pengurangan anggaran tersebut dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah Pusat serta sejumlah faktor lain yang berdampak langsung pada keuangan daerah.
"Kami sampaikan bahwa di 2026 beban APBD Provinsi Jawa Barat sangat berat. Yang pertama adalah dana bagi hasil pajak dari Pemerintah Pusat ke Provinsi Jawa Barat mengalami pengurangan sebesar Rp 2 triliun 458 miliar," jelas KDM.
"Yang kedua, tahun 2025 hampir ada Rp 600 miliar kegiatan pembangunan yang baru bisa dibayarkan di bulan Januari tahun 2026, sehingga hampir Rp 3 triliun dana 2026 mengalami hilang," imbuhnya.
Selain berkurangnya dana tersebut, Pemprov Jawa Barat juga harus menanggung berbagai kewajiban anggaran lain pada 2026. Salah satunya adalah pembayaran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang nilainya mendekati Rp 600 miliar setiap tahun.
"Kita juga harus membiayai Al Jabbar hampir Rp 50 miliar dalam setiap tahun. Kita harus membiayai Kertajati hampir Rp 100 miliar dalam setiap tahun. Dan kita juga masih memiliki tunggakan BPJS tinggal Rp 300 miliar," katanya.
Menurut KDM, akumulasi beban tersebut menjadikan pengelolaan APBD 2026 sebagai tantangan besar di masa kepemimpinannya.
"Beban ini cukup berat, tetapi anggaran pembangunan mengalami peningkatan tajam. Contoh kecil saja, alokasi jalan yang dulu Rp 3,5 triliun, sekarang menyentuh angka Rp 4,5 triliun. Bukannya turun, tapi naik. Ditambah belanja lainnya juga mengalami peningkatan," katanya.
Meski kondisi keuangan cukup menekan, KDM menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat Jawa Barat. Ia memastikan anggaran untuk kebutuhan publik justru mengalami peningkatan pada 2026.
Di tengah curhatan tersebut, sejumlah warganet justru memberikan dukungan dan apresiasi kepada KDM. Mereka menyoroti perubahan signifikan di wilayah Parung Panjang yang kini merasakan dampak nyata dari pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan penataan lingkungan.
"Hatur nuhun kang @dedimulyadi71 jalanan Parung Panjang sekarang mulus, aman, tanpa truk tambang. Antar anak sekolah bisa tenang. Semoga sehat terus kang @dedimulyadi71," tulis salah satu netizen.
"Terimakasih @dedimulyadi71, jalan Parung Panjang sudah diperbaiki," timpal warganet lainnya. "Terima kasih atas kerja kerasnya Pak Gubernur. Parung Panjang sudah merasakan hasil kerja keras Bapak. Bapak satu-satunya Gubernur di Jawa Barat yang peduli ke Parung Panjang."
Editor : Moch Vikry Romadhoni