Radar Pasuruan - Aksi teror yang menimpa influencer Ramond Donny Adam alias DJ Donny tengah ramai disorot publik di media sosial.
Sebelumnya, teror tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) ke rumah Donny yang berada di kawasan Jakarta, pada Rabu, 31 Desember 2025.
Rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi teror berupa pelemparan bangkai ayam hingga bom molotov ke kediaman DJ Donny. Terbaru, Donny memberikan pernyataan keras kepada pelaku teror bom molotov tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dj_donny pada Jumat, 2 Januari 2026, Donny menilai pelaku masih bertindak amatiran.
"Saya ingin mengucapkan selamat tahun baru di 2026. Untuk orang yang melempar bom molotov, lebih baik belajar lagi," ungkapnya.
"Sudah gitu, habis lempar bom, mereka lari seperti dikejar anjing seperti bocil (bocah kecil)," imbuh Donny.
Atas kejadian itu, Donny telah resmi melaporkan kasus teror tersebut ke Polda Metro Jaya.
Dalam kesempatan terpisah, Donny membeberkan bukti-bukti terkait aksi teror yang dialaminya di penghujung tahun 2025.
“Jadi pecahan kaca dan pecahan bom molotovnya masih ada di rumah saya," ujar Donny kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada 31 Desember 2025.
"Masih ada di rumah saya, belum saya apa-apain di TKP-nya, makanya saya mau lapor dulu,” sebutnya.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 31 Desember 2025.
Dalam laporan itu, pelaku dipersangkakan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan/atau Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.
Donny juga melampirkan rekaman CCTV yang sebelumnya telah diunggah ke akun media sosialnya. Dalam rekaman tersebut terlihat dua pria yang diduga sengaja melempar bom molotov ke rumah Donny pada dini hari.
“Menurut tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar,” ungkap Donny.
Bom Molotov Jadi Ancaman Kedua
Teror bom molotov tersebut diketahui merupakan ancaman kedua yang diterima DJ Donny. Sebelumnya, Donny dan keluarganya juga menerima paket mencurigakan berisi bangkai ayam pada Senin, 29 Desember 2025.
“Saya buka, isinya rupanya bangkai ayam. Ayam dipotong kepalanya," tuturnya.
"Dan ada tulisan ancaman, 'Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media', Terus ada foto saya, terus di leher saya di kayak diiris gitu, dipotong,” beber Donny.
Donny mengaku melaporkan kejadian tersebut karena menilai ancaman itu sudah mengarah pada keselamatan banyak orang.
"Kalau ancaman masih berupa tulisan, menurut saya enggak usah dilaporkanlah, gitu kan,” ucapnya.
Donny berharap Polda Metro Jaya segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku teror.
"Maksud saya, ini harus diungkap segera. Kalau enggak diungkap, nanti persepsi publik terhadap pemerintah jadi buruk," tandasnya.
Peristiwa teror yang dialami DJ Donny pun menuai simpati dari publik.
Meski demikian, sebagian pihak justru meragukan kebenaran kasus teror bom molotov tersebut.
Salah satu yang merespons skeptis adalah pengacara sekaligus Ketua Ormas Ternak Mulyono (Termul), Firdaus Oiwobo.
Curigai Motif Politik Terselubung
Firdaus menuding aksi teror tersebut hanya sandiwara yang sengaja dibuat DJ Donny untuk menarik simpati publik atau playing victim. Alih-alih menunjukkan empati, Firdaus justru melontarkan kritik tajam terhadap DJ Donny.
Melalui unggahan video yang viral di Instagram @m.firdausoiwobo_sh pada Kamis, 1 Januari 2026, Firdaus secara terbuka mengkritik sikap Donny. Ia menilai Donny terlalu cepat mengaitkan peristiwa tersebut dengan pemerintah.
"Donny, baru ngerasain diancam. Baru ngerasain diancem saja sudah koar-koar ke sana ke sini, Mulutmu fitnah memulu isinya," cetus Firdaus.
Firdaus bahkan menduga adanya motif politik tersembunyi di balik laporan teror tersebut.
"Anda jangan playing victim, bisa jadi itu rekayasa. Nanti menuduh satu orang di pemerintah, padahal itu rekayasa politik," ucap Firdaus.
Ia juga menilai Donny bukan figur dengan pengaruh besar sehingga tidak perlu bersikap seolah menjadi target pihak tertentu.
"Anda itu enggak punya pengaruh apa-apa. Boleh mengkritik, tapi jangan menghina orang," tandasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni