Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Densus 88 Jaga Indonesia Zero Terror Attack Hingga 2025

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 30 Desember 2025 | 17:47 WIB

 

Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono.

Radar Pasuruan - Kinerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sepanjang tahun ini berhasil mengantarkan Polri mempertahankan kondisi zero terrorism attack.

Selain melakukan penindakan terhadap tersangka terorisme, Densus 88 juga menangani kasus anak-anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem seperti Neo-Nazi dan White Supremacy.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Syahardiantono menyatakan bahwa capaian zero terrorism attack merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan nasional. Kondisi tersebut berhasil dipertahankan secara berkelanjutan sejak 2023 hingga 2025 berkat langkah penegakan hukum yang bersifat proaktif.

”Capaian itu didukung oleh penangkapan terhadap 147 tersangka pada tahun 2023, 55 tersangka pada tahun 2024, 51 tersangka di tahun 2025,” ungkap Komjen Syahardiantono dalam Rilis Akhir Tahun di Mabes Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (30/12).

Menurut Syahardiantono, efektivitas kerja Densus 88 Antiteror berperan besar dalam menekan potensi ancaman teror serta menjaga stabilitas keamanan nasional.

Sepanjang 2025, terdapat sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap oleh satuan antiteror tersebut.

Salah satunya adalah pengungkapan jaringan radikalisme yang menyasar anak di bawah umur melalui rekrutmen daring. Jaringan ini melibatkan lima tersangka terorisme dengan target sebanyak 110 anak yang tersebar di 23 provinsi.

”Pengungkapan jaringan radikalisme pada anak di bawah umur dengan rekrutmen online yang melibatkan 5 tersangka teroris dengan target 110 anak di 23 provinsi,” terang dia.

Selain itu, Polri juga berhasil menggagalkan empat rencana aksi terorisme yang didalangi Kelompok Anshor Daulah. Tak hanya itu, sebanyak 20 rencana aksi serangan yang melibatkan anak di bawah umur turut berhasil dipatahkan oleh Densus 88 Antiteror.

”Penangkapan 7 tersangka terorisme dalam pengamanan Nataru tahun ini. Penanganan 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrim melalui grup TCC seperti Neo-Nazi dan White Supremacy. Dimana mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah serta teman sejawat,” terang dia.

Kasus ideologi Neo-Nazi dan White Supremacy ini mencuat ke publik setelah terjadi insiden yang melibatkan seorang anak di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. Peristiwa ledakan tersebut mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: MA Bentuk Pokja Khusus Sambut KUHP–KUHAP Nasional Berlaku 2026

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#densus 88