Radar Pasuruan - Sudah satu bulan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera, yang berdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selama masa pemulihan, bantuan dari relawan hingga pemerintah terus berdatangan.
Meski demikian, penyaluran bantuan belum merata di sejumlah wilayah akibat akses jalan yang terputus. Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama sandang dan perlengkapan tidur.
Kebutuhan itu terlihat di Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @vitadaud19, tampak anak-anak menghampiri mobil relawan untuk meminta pakaian dan selimut.
“Bu, baju ada?” tanya seorang anak laki-laki yang datang tanpa mengenakan baju dan alas kaki.
Tak hanya sandang, kondisi gelap gulita juga masih dirasakan warga. Hingga kini, listrik belum pulih dan membuat warga bertahan tanpa penerangan selama sebulan terakhir.
“Mereka butuh logistik lilin, genset, alas tidur, dan lainnya. Mereka hidup dalam gelap, sudah satu bulan,” ucap pemilik video.
“Satu bulan gelap, nggak ada lampu sampai detik ini,” lanjutnya.
Menurut keterangan istri Gubernur Aceh, Marlina Usman, Desa Babo di Kecamatan Bandar Pusaka sempat diterjang banjir setinggi 15 meter. Arus deras menyeret rumah warga dan melumpuhkan aktivitas serta perekonomian masyarakat.
Sementara itu, data terbaru BNPB mencatat adanya penambahan korban jiwa di Aceh dan Sumatera Barat. Hingga 26 Desember 2025, total korban meninggal akibat banjir di Sumatera mencapai 1.137 orang, dengan 163 lainnya masih dinyatakan hilang.
Jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak kini mencapai 457.255 jiwa.
Editor : Moch Vikry Romadhoni