Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Di Tengah Derita, Penyintas Banjir Ini Masih Pilih Berbagi dan Tahu Diri

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 24 Desember 2025 | 21:06 WIB

 

Warga Aceh Tamiang saat mendatangi posko bantuan untuk mengambil logistik.
Warga Aceh Tamiang saat mendatangi posko bantuan untuk mengambil logistik.

Radar Pasuruan - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tak hanya kehilangan harta benda, banyak warga juga harus merelakan anggota keluarga yang menjadi korban jiwa dalam musibah tersebut.

Berbagai bantuan dari relawan hingga pemerintah pun berdatangan dan dimanfaatkan para penyintas untuk perlahan bangkit serta menata kembali kehidupan mereka.

Di tengah situasi sulit itu, sebuah momen haru dari Aceh Tamiang justru mencuri perhatian publik dan viral di media sosial.

Seorang warga korban banjir terekam menolak menerima bantuan secara berlebihan karena masih memikirkan penyintas lain yang juga membutuhkan.

Momen tersebut dibagikan oleh aktivis sekaligus influencer Bayu Gawtama melalui akun Instagram @bayugawtama pada Selasa, 23 Desember 2025.

Dalam video itu, warga tersebut dengan lugas menyampaikan bahwa ia hanya akan mengambil bantuan sesuai kebutuhan keluarganya.

“Sudah pak, genset kalau boleh. Secukupnya aja pak, yang perlu aja. Maksudnya, korban banjir kan bukan kami sendiri,” ujarnya.

Dijelaskan dalam keterangan unggahan, warga tersebut datang bersama sang istri untuk mengambil bantuan berupa susu dan pampers.

Ketika ditanya apakah masih membutuhkan barang lain, jawabannya justru membuat relawan terharu.

“Saat ditanya perlu apalagi, jawabannya bikin haru. Padahal sebenarnya mereka membutuhkan banyak hal, akhirnya kami bawakan kasur, bantal, pampers, susu, dan lainnya,” tulis keterangan dalam caption.

Akun yang sama juga membagikan momen lain ketika sejumlah ibu-ibu korban banjir tampak sungkan mengambil bantuan logistik di posko.

“Nggak cukup sebenarnya, tapi malu ngambilnya,” ucap salah satu ibu saat menerima pampers dari relawan.

Sementara ibu lainnya dengan ragu meminta izin untuk mengambil satu botol air mineral karena persediaan minum mereka telah habis.

“Pak, boleh minta minum? Ini namanya ngelunjak, nggak ada minum. Habis minumnya, nggak ada lagi,” katanya.

Relawan pun menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah hak para penyintas dan mereka dipersilakan mengambil sesuai kebutuhan.

“Ambil lagi, ambil aja nggak apa-apa. Itu semua hak ibu,” ujar salah satu relawan.

Unggahan tersebut menuai respons positif dari warganet dan telah ditonton lebih dari satu juta kali.

Banyak komentar bernada kagum atas sikap para penyintas yang tetap menjunjung empati dan rasa kebersamaan di tengah bencana.

“Jiwa saling menolong mereka kuat sekali, sehat selalu warga Aceh,” tulis akun @erm****.

“Manusia paling bersyukur ini, semoga Allah mudahkan urusan di sana,” komentar akun @anii****.

“Hebatnya mereka hanya meminta yang mereka butuhkan,” tulis akun @_rmo****.

“Di kondisi seperti ini, mereka masih ‘tahu diri’, kalau ambil lebih orang lain bakal kebagian nggak?” tulis akun @umm*****.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bantuan #korban #banjir #aceh tamiang