Radar Pasuruan - Freya resmi ditunjuk sebagai Kapten baru JKT48 dalam konser THE FIRST SNOW – JKT48 14th Anniversary Concert & Gracia Graduation Ceremony yang digelar di ICE BSD.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh GM Teater JKT48 Melody Nurramdhani Laksani bersama Wakil GM Shani Indira Natio di penghujung acara. Freya menggantikan Shania Gracia yang resmi lulus dari JKT48.
Di usia 19 tahun, Freya masuk dalam jajaran sedikit anggota yang pernah mengemban posisi kapten di usia muda, menyamai catatan Shania Junianatha. Penunjukan ini menegaskan transisi kepemimpinan dari generasi senior menuju generasi baru di tubuh JKT48.
Perjalanan Awal Freya di JKT48
Pemilik nama lengkap Raden Roro Freyanashifa Jayawardana ini lahir di Tangerang, Banten, pada 13 Februari 2006. Ia diperkenalkan sebagai anggota generasi ketujuh JKT48 pada 2018, saat usianya masih sekitar 12 tahun.
Kariernya dimulai dari JKT48 Academy Class B, naik ke Class A, hingga dipromosikan ke Team T pada 2 Juni 2020.
Setelah sistem tim dibubarkan pada 2021, Freya tetap menjadi bagian dari jajaran inti JKT48. Tiga tahun awal kariernya diisi dengan pembentukan kemampuan vokal, koreografi, disiplin panggung, dan interaksi dengan penggemar—fase yang berhasil ia lewati hingga bertahan sebagai member utama.
Popularitas Freya melonjak sejak 2023 ketika ekspresi dan interaksinya viral di media sosial. Dampaknya, namanya mulai dikenal luas di luar lingkaran penggemar inti JKT48.
Sejak itu, Freya tampil di berbagai platform, mulai dari acara varietas Lapor Pak!, Tokyo Idol Festival 2023, kampanye Pokemon Trading Card Game, kolaborasi Free Fire x JKT48, hingga proyek film pendek dan endorsement.
Langkah ke Dunia Akting dan Pengakuan Publik
Tahun 2024 menjadi titik penting saat Freya debut di film horor Kuasa Gelap sebagai Cilla, lalu bermain dalam serial Dia Angkasa sebagai Silvana Laurel Kaliska. Memasuki 2025, ia kembali tampil di film 1 Kakak 7 Ponakan sebagai Nina, mempertegas keseriusannya di dunia perfilman.
Dukungan penggemar juga tercermin dalam JKT48 Senbatsu Sousenkyo 2024, ketika Freya menempati peringkat keenam dan masuk line-up Senbatsu untuk single #KuSangatSuka. Capaian ini memperlihatkan bahwa popularitasnya dibarengi dukungan konkret.
Saat diumumkan sebagai kapten di tengah efek salju buatan, Sabtu (20/12), Freya menyampaikan rasa terima kasihnya dengan penuh kerendahan hati.
“Terima kasih juga atas kepercayaannya. Mungkin bukan saya yang diharap banyak orang, belum tentu juga hadir memenuhi ekspektasinya, tapi selama saya bisa dan selama saya mampu akan selalu saya usahakan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Masih banyak sekali yang perlu saya pelajari. Semoga seiring berjalannya waktu kita dapat berproses bersama agar bisa menjadi lebih baik ke depannya. Mohon bantuannya dan dukungannya selalu.”
Penutup Era Gracia, Awal Tanggung Jawab Baru
Pengangkatan Freya menandai berakhirnya kepemimpinan Shania Gracia yang berlangsung selama setahun dan bertahan hingga perilisan setlist orisinal teater Pertaruhan Cinta. Konser malam itu, yang dihadiri lebih dari 5 ribu penggemar, menjadi saksi momen peralihan besar dalam sejarah JKT48.
Di pundak Freya kini terletak tanggung jawab baru: memimpin JKT48 di era pasca-Gracia, menjaga stabilitas grup, serta membawa relasi publik JKT48 ke level yang lebih luas.
Editor : Moch Vikry Romadhoni