Radar Pasuruan - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan program Mudik Gratis Natal dan Tahun Baru 2025/2026 tanpa menunda pendaftaran, baik untuk pulang kampung maupun berwisata.
"Mudik gratis menjadi instrumen penting pemerintah untuk menghadirkan mudik yang selamat, aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat," kata Menhub, dikutip Senin (22/12).
Melalui program tersebut, Kementerian Perhubungan berharap masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, menuju moda transportasi umum yang lebih aman.
"Kami harap masyarakat dapat segera memanfaatkan secara optimal kuota mudik gratis ini, baik melalui moda bus, kereta api maupun kapal laut," ujar Menhub.
Pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Kemenhub menyiapkan kuota mudik gratis sebanyak 33.039 penumpang serta fasilitas pengangkutan 5.628 sepeda motor melalui jalur darat, kereta api, dan laut.
"Informasi dan pendaftaran program mudik gratis ini dapat diakses melalui kanal nusantara.kemenhub.go.id," jelasnya.
Untuk moda darat, mudik gratis melayani keberangkatan dari Jakarta menuju sepuluh kota tujuan, yakni Solo, Wonosobo, Semarang, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Madiun.
Sementara layanan mudik gratis sepeda motor dengan kereta api meliputi lintas utara Jakarta–Semarang dan lintas tengah Jakarta–Purwosari.
Pada moda bus, tersedia kuota 3.080 penumpang dan 60 sepeda motor. Adapun angkutan motor melalui kereta api menyediakan 12.780 kuota penumpang serta 5.568 unit sepeda motor.
“Lalu untuk mudik gratis melalui kapal laut, tersedia 55 rute perjalanan dengan kuota penumpang mencapai 17.239 orang,” kata Menhub.
Selain pendaftaran mudik gratis, situs nusantara.kemenhub.go.id juga menyediakan berbagai informasi pendukung, mulai dari peta dan pedoman mudik, kebijakan dan imbauan, kondisi cuaca serta peringatan dini, hingga daftar kontak penting dan informasi posko mudik nasional maupun daerah.
Menhub juga mengingatkan masyarakat agar selalu memperbarui informasi cuaca, mengingat potensi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun, serta tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan selama perjalanan.
Editor : Moch Vikry Romadhoni