Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Gas LPG Langka Pascabanjir, Warga Takengon Terpaksa Manfaatkan Kayu Hanyut di Sungai

Moch Vikry Romadhoni • Minggu, 21 Desember 2025 | 01:43 WIB
Warga di Takengon, Aceh Tengah masih kesulitan mendapatkan gas LPG. (Instagram/masjidnurulashri)
Warga di Takengon, Aceh Tengah masih kesulitan mendapatkan gas LPG. (Instagram/masjidnurulashri)

Radar Pasuruan - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tengah tak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memicu krisis energi bagi warga. Setelah distribusi BBM sempat terhenti, kini giliran gas LPG yang kian sulit didapat.

Kondisitersebut dirasakan langsung oleh warga Takengon. Demi tetap bisa memasak, sebagian warga mencari alternatif dengan memanfaatkan potongan kayu yang hanyut di sungai.

Hal itu terlihat dalam unggahan akun Instagram @masjidnurulashri. Dalam video yang dibagikan pada Sabtu, 20 Desember 2025, tampak warga turun ke sungai untuk menepi dan mengumpulkan kayu-kayu hanyut yang nantinya dijadikan kayu bakar.

“Mulai kehabisan gas untuk memasak, warga di Aceh terpaksa pakai kayu bakar yang hanyut untuk jadi kayu bakar,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Kayu-kayu yang berhasil dikumpulkan kemudian disusun rapi di tepi sungai sebagai persiapan bahan bakar alternatif pengganti gas LPG yang sulit diperoleh.

Unggahan ini menuai beragam respons dari warganet. Sebagian menyampaikan rasa prihatin atas kondisi warga, sementara lainnya mengungkapkan kekaguman terhadap ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi situasi sulit.

“Kembali ke bahan bakar kayu, di situ akan makin menghargai pohon,” tulis akun @sez*****.

“Nggak berhenti ini kayu lewat tiap ada air ngalir, bener-bener rusak baian hulunya,” komentar akun @ew******.

“Pakai kayu gratis di depan rumah masaknya, karena kondisi begini nggak tau sampai kapan,” tulis akun @jill*********.

Sementara itu, upaya pemulihan distribusi energi terus dilakukan. Untuk wilayah Aceh Tengah, pasokan BBM mulai kembali masuk dengan memanfaatkan jalur udara, mengingat sebelumnya sejumlah daerah sempat terisolasi.

Akibat keterbatasan akses, harga BBM sempat melonjak hingga Rp100 ribu per liter karena distribusi hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Namun, per Jumat, 19 Desember 2025, beberapa SPBU di Aceh Tengah, termasuk di Takengon, dilaporkan sudah kembali beroperasi.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Kelangkaaan #banjir #kayu #lpg