Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Lumpur Pascabanjir Sumatera Mengeras Setinggi Rumah, Alat Berat Turun Tangan

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 20 Desember 2025 | 23:26 WIB
Momen warga di Aceh mulai membersihkan lumpur di rumahnya pascabanjir dengan alat berat. (Instagram/syahrur_sr647)
Momen warga di Aceh mulai membersihkan lumpur di rumahnya pascabanjir dengan alat berat. (Instagram/syahrur_sr647)

Radar Pasuruan - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, meninggalkan duka mendalam. Selain menimbulkan korban jiwa hingga ribuan orang terdampak, bencana ini juga menyisakan endapan lumpur tebal yang mencapai ketinggian rumah warga.

Sebagian lumpur masih bisa dibersihkan, namun tidak sedikit yang justru menenggelamkan bahkan menyeret bangunan rumah. Kondisi ini menjadi tantangan baru bagi warga yang hendak membersihkan rumah mereka, terlebih lumpur mulai mengeras dan sulit ditangani secara manual.

Di media sosial, beredar video penggunaan alat berat untuk membersihkan lumpur di area luar permukiman. Salah satu unggahan berasal dari wilayah Pidie Jaya, Aceh.

“Alhamdulillah pada sore ini, sedang dibersihkan lumpur yang sangat tinggi. Sudah digerakkan dengan alat berat,” ujar salah satu warga dalam video yang diunggah akun Instagram @syahrur_sr647, Sabtu, 20 Desember 2025.

Namun, proses pembersihan tersebut harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
“Sangat hati-hati sekali saat dibersihkan oleh arat berat,” imbuhnya.

Menurut perekam video, jika pembersihan dilakukan secara manual, lumpur yang telah mengeras akan membutuhkan waktu sangat lama untuk dibersihkan. Alat berat dinilai lebih efektif meski hanya bisa menjangkau bagian luar rumah.

“Kalau kita bersihkan dengan tenaga manusia, nggak abis-abis. Alhamdulillah,” tambahnya.
“Ini harus hati-hati, kalau kena rumah pasti rusak rumahnya. Lumpurnya menumpuk,” tuturnya lagi.

Menanggapi pertanyaan warganet, pemilik akun menjelaskan bahwa lumpur hasil pengerukan akan dialihkan ke area pinggir sungai.
“Tanahnya nanti dipindahkan ke samping sungai, lumpurnya dialihkan di sampingnya,” tulisnya.

Sementara itu, pembersihan di dalam rumah tetap dilakukan secara manual karena alat berat tidak memungkinkan untuk masuk.
“Yang di dalam rumah pakai tenaga manusia, nggak bisa alat berat. Alat berat nggak masuk,” sambungnya.

Di sisi lain, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Aceh menjadi provinsi dengan kebutuhan anggaran revitalisasi infrastruktur terbesar pascabencana. Perbaikan diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp26 triliun.

Data kerusakan mencatat sebanyak 165 jembatan terdampak, termasuk tiga jembatan utama di jalur nasional. Sementara itu, BNPB melaporkan total rumah rusak mencapai 106.058 unit, dengan rincian 46.779 rusak ringan, 22.951 rusak sedang, dan 36.328 rusak berat.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#lumpur #alat berat #banjir #aceh