Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

DPR Dukung Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Mekkah untuk Kampung Haji

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 19 Desember 2025 | 01:45 WIB

 

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim.
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim.

Radar Pasuruan - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim menyatakan dukungannya terhadap langkah Danantara yang mengakuisisi 14 bidang tanah dengan total luas sekitar 4,4 hektare di Mekkah. Lahan tersebut direncanakan untuk pengembangan Kampung Haji Indonesia dan diyakini dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat.

Meski mendukung, Rivqy mengingatkan agar proyek strategis tersebut dikelola secara terbuka, akuntabel, serta berfokus pada kepentingan jemaah haji Indonesia.

“Danantara merupakan lembaga pengelolaan investasi negara yang dibentuk untuk mengoptimalkan kekayaan negara melalui pengelolaan aset BUMN dan investasi strategis. Karena itu, pembelian lahan Kampung Haji harus benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi jemaah haji Indonesia, bukan sekadar proyek properti,” ujar Rivqy, Kamis (18/12).

Menurutnya, Indonesia memerlukan solusi jangka panjang dalam pengelolaan haji, mengingat jumlah jemaah asal Indonesia termasuk yang terbesar di dunia setiap tahunnya.

Rivqy menilai pembangunan Kampung Haji di atas lahan seluas 4,4 hektare tersebut akan memakan waktu lama, membutuhkan anggaran besar, serta harus ditangani oleh sumber daya manusia yang profesional. Proyek ini direncanakan meliputi pembangunan 13 tower hunian dan satu pusat perbelanjaan dengan daya tampung hingga 23 ribu jemaah.

“Dengan skala sebesar ini, Danantara tidak boleh bekerja secara tertutup. Transparansi mutlak diperlukan untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan, baik dalam pengelolaan aset, penggunaan anggaran, maupun penentuan mitra. Setiap rupiah uang negara harus kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi jemaah,” imbuhnya.

Politikus PKB tersebut juga menekankan pentingnya laporan berkala terkait perkembangan proyek. Pengawasan sejak tahap awal dinilai krusial agar proyek strategis ini tidak menggerus kepercayaan publik.

“Kampung Haji ini merupakan amanah besar dari Presiden Prabowo. Jangan sampai ada pihak yang mencederai kebijakan strategis ini demi kepentingan sempit,” jelasnya.

Sebagai catatan, pembangunan belasan tower hunian dan pusat perbelanjaan tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar USD 700–800 juta atau setara Rp 11,6–13,2 triliun. Selain pembelian lahan, Danantara juga telah mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City yang memiliki 1.461 kamar dengan kapasitas hingga 4.383 jemaah.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#dpr #Kampung haji #mekkah #Danantara