Radar Pasuruan - Sejumlah aliran sungai dan saluran air di Kabupaten Pasuruan saat ini tengah dilakukan pengerukan. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah penanganan banjir yang kerap terjadi di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Widya Purwati, menyampaikan bahwa proses normalisasi dilakukan menggunakan alat berat. Total terdapat 11 titik sungai maupun saluran air yang menjadi sasaran pengerukan.
“Tersebar di tujuh kecamatan. Ada yang sudah selesai, adapula yang masih berjalan,” jelasnya.
Widya menuturkan, normalisasi sungai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir di Kabupaten Pasuruan. Pendangkalan yang terjadi akibat sedimentasi selama ini menghambat aliran air.
Melalui pengerukan, sedimen yang menumpuk di dasar sungai diangkat agar kapasitas tampung air meningkat dan aliran menuju hilir kembali lancar.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar yang bersumber dari Perubahan APBD (P-APBD) 2025.
“Kami targetkan tuntas, sebelum akhir tahun. Karena itu, pemantauan terus kami lakukan, agar selesai tepat waktu,” bebernya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni