Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Posko PSI di Padang Jadi Andalan Pengungsi, Layanan Unik Diserbu Warga

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 12 Desember 2025 | 01:15 WIB

 

Penyintas bencana banjir bandang di Kota Padang mendapat layanan potoong rambut gratis dari relawan. (Dok. PSI)
Penyintas bencana banjir bandang di Kota Padang mendapat layanan potoong rambut gratis dari relawan. (Dok. PSI)

Radar Pasuruan - Kondisi penyintas banjir bandang dan longsor di Kota Padang dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Sumatera Barat, Sumatera Utara, maupun Aceh. Meski demikian, proses pemulihan masih terus berlangsung.

Di kawasan Belimbing, Kecamatan Kuranji, sebagian pengungsi menumpang di rumah warga yang merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Di lokasi tersebut, para penyintas mendapatkan beragam layanan selama masa pemulihan, mulai dari kebutuhan dasar hingga dukungan psikososial.

Feri Mukli, penanggung jawab Posko PSI Belimbing, menyampaikan bahwa distribusi kebutuhan utama untuk warga tetap dilakukan. Selain air bersih, relawan juga menghadirkan layanan yang diminati masyarakat, termasuk pangkas rambut gratis.

"Pangkas rambut keliling, tetep berjalan hingga saat ini. Pangkas rambut gratis menjadi program yang banyak peminatnya dari anak-anak hingga orang tua. Yang jelas mereka menjadi lebih rapi dan tentunya terlihat lebih segar kembali,” kata Feri Mukli kepada wartawan pada Kamis (11/12).

Bantuan dari berbagai pihak terus mengalir ke posko tersebut.

“Posko masih menerima donasi dari masyarakat umum dan instansi pemerintah dari kementerian, dan perantau. Alhamdulillah posko utama dan dapur umum PSI menjadi tempat yang dipercaya sebagai penyalur donasi,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan di posko pusat, relawan PSI juga mengirimkan dukungan ke sejumlah posko lain, termasuk dua posko baru di kawasan Pasar Lalang, wilayah yang saat ini masuk kategori rawan longsor.

“Posko juga melakukan bagi-bagi makanan ke posko lain. Ada dua posko baru. Mereka merupakan warga yang tinggal di pinggir bukit Pasar Lalang yang mana merupakan daerah rawan longsor saat ini jika terjadi hujan lebat,” jelasnya.

Aktivitas di posko beberapa hari terakhir cukup padat, mulai dari dapur umum, trauma healing, layanan pangkas rambut gratis, hingga pendistribusian bantuan air bersih dan makanan.

Jumlah pengungsi di posko PSI berangsur berkurang karena sebagian warga mulai menumpang di rumah keluarga.

“Untuk saat ini sekitar 220 warga bernaung di Posko PSI, karena ada yang mulai ke rumah keluarga juga. Sebelumnya 313 warga,” terang Feri.

Meski kebutuhan dasar telah terpenuhi, Feri menekankan bahwa persoalan terbesar kini adalah masa depan para penyintas dalam beberapa bulan mendatang.

“Saat ini yang dibutuhkan solusi untuk mereka beberapa bulan ke depan, seperti hunian sementara (kontrakan),” tutupnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pangkas rambut #posko #banjir #layanan