Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Menteri Keuangan Ultimatum Bea Cukai: Siap Rumahkan Semua Pegawai

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 10 Desember 2025 | 01:00 WIB

 

Menkeu Purbaya pastikan banjir Sumatera tak ganggu ekonomi dan sebut pertumbuhan tetap di atas 5,5 persen.
Menkeu Purbaya pastikan banjir Sumatera tak ganggu ekonomi dan sebut pertumbuhan tetap di atas 5,5 persen.

Radar Pasuruan - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan peringatan keras kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Ia menyatakan bahwa seluruh pegawai di lembaga tersebut bisa saja dirumahkan apabila tidak mampu memperbaiki kinerja dalam satu tahun.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 8 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa ultimatum itu bukan sekadar retorika, sebab masalah yang selama ini menggerogoti lembaga tersebut dianggap sudah terlalu lama berlangsung dan membutuhkan langkah besar untuk dibenahi.

Purbaya menuturkan, ancaman tersebut telah ia sampaikan secara langsung kepada internal Bea Cukai.

“Karena kan ke Bea Cukai sudah clear, saya bilang ke mereka kalau Anda nggak bisa perbaiki dalam waktu setahun dari kemarin, ada kemungkinan besar bea cukai dirumahkan seluruh pegawainya," ujar Purbaya.

Mantan Ketua LPS itu menjelaskan bahwa konsekuensinya bukan hanya pencopotan sementara, tetapi dapat berujung pada pemberhentian sampai masa pensiun tanpa menerima penghasilan.

Ia menilai tindakan ekstrem itu diperlukan untuk mengguncang sistem yang selama ini dinilainya bermasalah.

“Jadi mungkin dirumahin aja sampai pensiun, nggak dibayar. Dengan semangat seperti itu saya pikir orang kita cukup pintar untuk digebuk sedikit, apalagi digebuk banyak,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan mekanisme baru yang memusatkan seluruh pengambilan keputusan di Jakarta. Menurutnya, kewenangan daerah dalam proses tertentu akan dibatasi untuk menutup celah praktik penyimpangan.

“Sampai sekarang kita akan tarik ke Jakarta di mana yang memutuskan hanya Jakarta, sehingga daerah enggak bisa main-main lagi. Itu sistemnya sedang kita kembangkan, mungkin Maret tahun depan sudah berjalan dengan penuh,” kata Purbaya.

Sentralisasi itu diharapkan bisa menekan peluang terjadinya pelanggaran seperti penyelundupan dan manipulasi HS code yang selama ini menjadi sorotan publik.

Meski begitu, Purbaya mengakui bahwa pelanggaran tak mungkin hilang sepenuhnya.

“Jadi harusnya ke depan penyelundupan, permainan HS code akan berkurang secara signifikan, kalau nol sih nggak mungkin karena kita enggak hidup di dunia ideal, tapi akan berkurang signifikan,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Purbaya #menkeu #bea cukai #pensiun