Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Air Bah Rebut Suami dan Anak, Kisah Ibu Aceh Ini Bikin Tercekik Haru

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:55 WIB

 

Menyoroti kisah pilu yang disampaikan korban bencana di Aceh, tentang keluarganya yang hanyut diterjang luapan banjir bandang.
Menyoroti kisah pilu yang disampaikan korban bencana di Aceh, tentang keluarganya yang hanyut diterjang luapan banjir bandang.

Radar Pasuruan - Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi banyak warga.

Salah satu kisah pilu datang dari seorang ibu di Muara Batu, Aceh Utara, yang kehilangan suami serta putra bungsunya dalam bencana tersebut.

Ia menceritakan bahwa dirinya terpaksa menyaksikan suami dan anaknya terseret arus deras banjir bandang.

Cerita itu disampaikannya saat ditemui oleh Najwa Shihab, influencer sekaligus jurnalis yang mendatangi lokasi kejadian. Dalam kondisi penuh duka, sang ibu terus memeluk selembar foto kecil milik putranya, Zaid Ali (9), yang menjadi salah satu korban jiwa.

Foto itu disimpan rapi dalam plastik bening di dalam tas gendong, menjadi barang paling berharga yang tersisa.

“Inilah sisa yang dimiliki saya,” ucapnya sambil menangis dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @najwashihab pada Selasa, 9 Desember 2025. Ia juga berkata, “Ke mana pun saya pergi, saya bawa ini. Ini yang saya simpan. Ini tabungan saya di surga.”

Sang ibu kemudian mengenang detik-detik saat banjir datang begitu cepat. Air yang meluap tiba-tiba membuat warga tak sempat menyelamatkan apa pun. Arus kuat itu memisahkannya dari suami dan anak bungsunya.

“Depan mata saya anak saya hanyut,” tuturnya. Ia masih mengingat jelas suara terakhir Zaid, “Dia bilang, ‘Umi tolong ambil tangan saya’. Itu suara terakhirnya,” kata sang ibu.

Setelah tersapu banjir, ia bersama sejumlah tetangga mencari tempat bertahan. Mereka memanjat tumpukan pohon ceri dan berada di sana selama sembilan jam lamanya. Ia hanya bisa memeluk putrinya agar tetap aman.

“Saya peluk anak perempuan saya kuat-kuat. Hanya itu yang bisa saya lakukan,” ungkapnya.

Lima hari setelah bencana, jenazah Zaid ditemukan warga di kawasan persawahan yang cukup jauh dari rumah. Kondisinya sudah membengkak, tetapi masih bisa dikenali.

Sementara itu, foto Zaid yang kini selalu ia bawa juga ditemukan dalam keadaan utuh karena terlindungi plastik. “Inilah cuma sisanya (Foto). Itu rezeki saya. Walau sudah rusak, tapi tetap anak saya jadi kenang-kenangan,” ujarnya.

Hingga saat ini, suaminya belum ditemukan dan masih dinyatakan hilang. “Entah di mana, saya tidak tahu. Tapi saya tetap berharap suatu hari dia pulang,” katanya.

Menurut data kepala dusun, banjir bandang tersebut berdampak pada 230 kepala keluarga dengan total 756 jiwa. Sebanyak 21 orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian di wilayah Muara Batu, Aceh Utara.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#banjir bandang #ibu #kisah #anak #aceh