Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

BPBD Jatim Lakukan Modifikasi Cuaca Mandiri Cegah Banjir dan Longsor

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 8 Desember 2025 | 19:46 WIB

 

BPBD Jawa Timur lakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga akhir tahun 2025, untuk mencegah potensi bencana banjir dan longsor.
BPBD Jawa Timur lakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga akhir tahun 2025, untuk mencegah potensi bencana banjir dan longsor.

Radar Pasuruan - Cuaca ekstrem berupa hujan intens, angin kencang, dan petir terus terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Potensi bencana hidrometeorologi membuat pemerintah setempat meningkatkan kewaspadaan.

BPBD Jawa Timur pun mengambil langkah cepat dengan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara mandiri bersama BMKG dan Puspenerbal Juanda.

"Ini sebagaimana arahan Ibu Gubernur, Pemprov Jatim harus merespon imbauan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem yang dirilis BMKG," tutur Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Senin (8/12).

Upaya OMC itu ditujukan untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, hingga angin puting beliung yang diperkirakan BMKG masih berpotensi terjadi sampai akhir 2025.

"Biasanya modifikasi cuaca dilangsungkan bareng pemerintah pusat, tapi kali ini mandiri," lanjut Gatot.

Pada Desember 2025, aksi OMC pertama digelar pada Jumat (5/12) memakai pesawat Cessna Caravan 208 Registrasi PK-SNM. Operasi tersebut menyasar wilayah Malang Selatan, Pasuruan, dan Jombang.

"Tiga wilayah itu sejak kemarin telah dilanda hujan deras. Dan rencananya, kegiatan OMC yang berpusat di Baseops Lanudal Juanda ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2025," ungkap Gatot.

"Mulai saat ini, jika BMKG mendeteksi adanya awan di langit Jatim yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, maka kita akan lakukan OMC, untuk menghindari bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah Jatim sudah memasuki puncak musim hujan.

Cuaca ekstrem pada periode ini kerap memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari puting beliung, hujan es, banjir bandang, hingga tanah longsor.

"Diperkirakan dalam 10 hari ke depan hingga 9 Desember 2025 akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan," tutur Taufiq, Selasa (2/12) lalu.

Ia menguraikan sejumlah faktor pemicu cuaca ekstrem tersebut, antara lain gelombang atmosfer Low, Kelvin, dan Rossby yang melintas di wilayah Jatim.

“Lalu suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif,” tukasnya.

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bmkg #longsor #banjir #BPBD Jaim