Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ustadz Das’ad Takjub Lihat Pesantren UAS Berubah Total dalam 4 Tahun

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 8 Desember 2025 | 19:39 WIB

 

Momen saat UAS dan Das
Momen saat UAS dan Das

Radar Pasuruan - Ustadz Das'ad Latif kembali mengunjungi pondok pesantren yang diasuh Ustadz Abdul Somad (UAS) dan diajak berkeliling untuk melihat sejumlah perubahan baru yang muncul akibat pembangunan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Das'ad Latif dibuat terkesan karena perkembangan bangunan pesantren yang ditempati UAS dinilai sangat pesat. Kondisi yang ia lihat saat ini berbeda jauh dibandingkan saat kunjungan sebelumnya.

"Kita bersama dengan tuan guru kita. Waktu ke sini 4 tahun lalu belajarnya masih di saung, belum ada semua bangunan ini. Ini buktinya selama niat kita baik, tidak mungkin Allah tidak menolong kita," ujar Das'ad Latif dalam video unggahan akun Instagram ustadz Abdul Somad.

Ia juga menyampaikan rasa bahagianya bisa kembali berkumpul dengan UAS karena merasa berada di lingkungan yang baik. Menurutnya, hadir bersama guru dapat membawa keberkahan dan hidayah dalam hidup.

Das'ad Latif kemudian mengibaratkan keberadaan UAS dalam sebuah kampung layaknya harimau di hutan yang menjadi penjaga dan pelindung dari berbagai ancaman negatif.

"Saya mengibaratkan ulama dengan satu kampung ibarat hutan dengan harimau. Kalau ada harimau dalam hutan itu tidak berani macam-macam, kenapa? Ada harimau yang menjaganya. Kalau ulama ada di satu kampung maka orang tidak akan menginjak-injak kampung kita. Kalau harimau tidak ada dalam hutan, seenaknya orang datang ke hutan," kata Das'ad Latif.

Ia kemudian menyinggung bencana banjir dan longsor di Sumatera yang menurutnya merupakan akibat dari pembabatan hutan secara sembarangan demi kepentingan jangka pendek.

"Lihat hutan dibabat habis. Dia katakan ini kejadian alam, Allah yang berbicara. Dia perlihatkan pasukanya datang kayu-kayu gelondongan..Kita doakan tuan guru UAS sehat walafiat, jadi sumber keberkahan di kampung ini," imbuhnya.

UAS menyetujui pernyataan tersebut. Ia pun ikut memberikan sindiran mengenai aksi perusakan hutan yang telah menyebabkan bencana kemanusiaan melalui sebuah pantun.

"Memang manis buah limau dimakan setelah makan lontong. Kalau sudah hutan tidak ada harimau habislah pohon kayu kena potong," kata UAS.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Dasad Latief #uas #hutan #banjir