Radar Pasuruan - Pemerintah terus mempercepat perbaikan infrastruktur penting yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Salah satu titik perhatian utama adalah pemulihan jaringan listrik yang sebelumnya terputus di berbagai wilayah terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut bahwa proses pemulihan tersebut kini semakin menunjukkan perkembangan positif. Ia menegaskan bahwa suplai listrik di Aceh mengalami peningkatan yang cukup cepat.
"Kami laporkan untuk listrik di provinsi Aceh, ini dari 23 kabupaten kota per hari ini 81 persen Bapak Presiden, ini akan terus di-update," kata Suharyanto saat rapat koordinasi terkait penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12) malam.
Selain itu, Suharyanto menambahkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan instruksi agar pemulihan dilakukan lebih cepat.
"Tadi kami mendapat arahan dari Bapak Menteri ESDM, besok siang (Senin 8/12) jam 12.00 seluruh Aceh ini sudah 100 persen," ujar Suharyanto.
Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut menyampaikan laporan mengenai progres pemulihan listrik di sejumlah daerah Aceh. Ia memastikan bahwa berbagai wilayah terdampak bencana kini perlahan kembali mendapatkan suplai listrik.
"Sampai malam ini untuk Aceh Tengah, nyala jam 20.30 Bapak di Aceh Tengah, kemudian Bener Meriah itu nyalanya jam 20.45, kemudian Aceh Tamiang jam 20.30, itu semuanya Bapak," tutur Suharyanto.
Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan bahwa Banda Aceh menjadi salah satu wilayah yang telah hampir sepenuhnya pulih dari gangguan listrik. Pemerintah terus berupaya mempercepat perbaikan infrastruktur bagi masyarakat yang terdampak.
"Kemudian Bandai Aceh ini Bapak, untuk bisa full 100 persen itu besok siang sampai besok malam, kalau malam ini baru 95 persen. Gayo Lues ini sudah nyala Pak, ini sudah nyala," pungkasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni