Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Skala Bencana Sumatera 2025 Dinilai Lebih Dalam dari Tsunami Aceh

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 8 Desember 2025 | 19:02 WIB

 

Alat berat dikerahkan untuk membuka akses dari Sumatera Utara menuju Aceh Tamiang. (BNPB)
Alat berat dikerahkan untuk membuka akses dari Sumatera Utara menuju Aceh Tamiang. (BNPB)

Radar Pasuruan - Jumlah korban meninggal akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus meningkat hingga mencapai 930 orang.

Sementara itu, sekitar 270 lainnya masih dinyatakan hilang. Skala bencana yang terjadi akhir tahun ini disebut oleh sejumlah tokoh BRR Aceh-Nias lebih besar secara cakupan wilayah dibanding tsunami 2004.

Setelah tsunami menghancurkan Aceh dan Nias dua dekade lalu, BRR Aceh-Nias dibentuk oleh Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Meski jumlah korban tsunami jauh lebih besar, kali ini wilayah terdampak meliputi tiga provinsi dan menjangkau hingga 52 kabupaten/kota.

Ribuan desa terdampak, akses logistik terputus, distribusi bantuan terhambat, dan fasilitas penting seperti rumah sakit di Aceh Tamiang serta jaringan listrik dan komunikasi turut rusak.

Heru Prasetyo, mantan Direktur Hubungan Luar Negeri dan Donor Darah BRR Aceh-Nias, menilai bahwa bencana yang terjadi saat ini bukan hanya bencana alam, tetapi juga bencana lingkungan hidup dengan cakupan luar biasa.

”Pemulihan Aceh pasca tsunami memang pekerjaan besar. Tapi, bencana Sumatera lebih dalam daripada tsunami,” kata dia dalam Sarasehan Daring Pemulihan Andalas yang digelar pada Selasa (8/12).

Dalam sesi yang sama, Sudirman Said—mantan Deputi Kelembagaan dan SDM BRR Aceh-Nias—menjelaskan bahwa luas dampak bencana kali ini jauh melebihi area yang terdampak tsunami 2004.

”Ditinjau dari luas landaannya, maka bencana Sumatera 2025 ini sudah melampaui tsunami 2004. Kalau di-impose, wilayah landaan bencana Sumatera luasannya setara dengan pulau Jawa-Madura-Bali,” terang dia.

Sebagai pengurus PMI Pusat, Sudirman juga menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan manusia di atas kepentingan apa pun.

”Nyawa manusia atau kemanusian harus diutamakan ketimbang kepentingan politik,” imbuhnya.

Selain Heru dan Sudirman, sejumlah mantan pengurus BRR lainnya seperti William Sabandar, Amin Subekti, dan Nannie Hudawati turut memberikan pandangan untuk mendukung proses pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar setelah bencana besar yang terjadi tahun ini.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bencana #korban #BRR Aceh Nias #sumatera #tsunami #banjir #aceh