Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Menkes Sebut Penyakit Jadi Ancaman Serius Pascabencana di Aceh

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 8 Desember 2025 | 18:48 WIB

 

Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap beberapa usulan saat rapat bersama Presiden Prabowo di Aceh.
Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap beberapa usulan saat rapat bersama Presiden Prabowo di Aceh.

Radar Pasuruan - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir dalam rapat penanganan bencana di Sumatera bersama Presiden Prabowo pada Minggu malam, 7 Desember 2025. Rapat ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kedua Presiden ke Aceh setelah lawatan sebelumnya pada 1 Desember.

Dalam forum tersebut, Budi menyampaikan bahwa kematian akibat penyakit kini menjadi ancaman baru bagi para pengungsi.

“Penyakit yang kita sudah ketemu sekarang, di atas 10 karena ibu hamil, kelahirannya terlambat,” ujar Budi.

“Kemudian cuci darah, karena banyak sekali cuci darah ini, bisa seminggu tiga kali dan kalau berhenti, dia wafat,” imbuhnya.

Budi menyebut berbagai kebutuhan medis membuat pihaknya mempercepat normalisasi operasional RSUD di 18 kabupaten/kota. Saat ini, 12 rumah sakit telah berjalan penuh, sementara enam lainnya masih terbatas.

“Nah, kai mengejar agar 18 kabupaten/kota terutama di Aceh ini rumah sakitnya segera bisa beroperasi, sampai sekarang sudah 12 yang beroperasi penuh dan ada 6 yang masih belum penuh,” jelas Budi.

“Sehingga ruang operasinya, ruang cuci darahnya itu belum optimal,” tambahnya.

Enam rumah sakit yang belum optimal berada di Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Beberapa terkendala akses jalan yang belum pulih.

“Tiga di antaranya karena akses belum bagus, jadi kalau ada orang kena di desa kan ini harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat itu di Bener Meriah saya denger 3 hari lagi jalan akan terbuka,” lanjutnya.

“Aceh Tengah saya denger 17 Desember akan terbuka dan Gayo Lues. Kami, butuh bantuan agar akses jalannya ke sana terbuka,” tambahnya.

Akses yang kembali normal dianggap penting untuk menangani ibu hamil dan pasien cuci darah. Budi juga memastikan masalah listrik dan BBM untuk rumah sakit mulai tertangani.

Budi mengungkap bahwa tenaga kesehatan tetap bekerja dengan penuh semangat, namun terkendala soal kebutuhan makan. Ia meminta Prabowo agar disiapkan dapur umum khusus untuk para nakes.

“Kalau boleh ada dapur umumnya diprioritaskan tenaga medis, tenaga kesehatan supaya hidupnya tenang karena dia dan keluarganya dapat makan,” ujarnya.

“Dan kalau boleh, Menteri Perumahan kalau bisa dibangun juga duluan (rumah) jadi mereka bisa lebih tenang,” sambungnya.

Dalam rapat yang sama, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyinggung kebutuhan penanganan penyakit pascabanjir dan meminta dukungan Kemenkes. Budi mengakui adanya kekurangan dokter karena sebagian tenaga medis ikut terdampak.

“Jadi saya minta tolong juga Pak Menhan kalau boleh saya butuh sekitar 300 dokter tiga bulan ke depan untuk ngisi sampai mereka jadi, saya atasi sebagian tapi kalau boleh TNI Polri kan lebih gampang mobilisasinya,” ucap Budi.

Ia menyebut dokter magang juga akan dilibatkan dalam layanan pascabencana.

“Dokter magang harus ada dokter pendamping, sebenarnya kalau diizinkan saya pinjem 300 dokter kita deploy tiga bulan ke puskesmas-puskesmas,” tutur Budi.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#rs #pascabencana #menkes #dokter #kesehatan