Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

IDAI Minta Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional untuk Sumatera dan Aceh

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 2 Desember 2025 | 01:16 WIB

 

Foto udara pegunungan pasca longsor dan banjir Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025).
Foto udara pegunungan pasca longsor dan banjir Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025).

Radar Pasuruan - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A(K), mendorong pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional terkait kondisi di Sumatera dan Aceh akibat banjir bandang serta longsor yang meluas.

Ajakan tersebut muncul karena banyaknya korban, besarnya kerusakan, serta ancaman kesehatan bagi kelompok rentan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh.

“Ini saya kira sudah cukup besar dampaknya. Mudah-mudahan pemerintah bisa memasukkan ini sebagai bencana nasional,” ujar dr. Piprim kepada wartawan, Senin (1/12).

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi, menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar perbincangan viral di media sosial, melainkan benar-benar parah di lapangan.

“Kami yakin ini bukan hanya heboh di medsos, memang di alam nyata juga heboh,” katanya.

dr. Piprim menjelaskan bahwa para dokter anak dari berbagai wilayah terdampak telah turun langsung sejak hari pertama bencana, bekerja bersama BNPB, Dinas Kesehatan, TNI–Polri, dan para relawan demi menjaga layanan kesehatan tetap berjalan.

Ia mengungkapkan bahwa bahkan sejumlah dokter anak turut menjadi korban karena rumah mereka ikut terdampak, namun tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ada juga dokter anak yang menjadi korban, rumahnya kena. Tapi Alhamdulillah mereka masih siap melayani,” tuturnya.

dr. Piprim menekankan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan di tengah kondisi bencana. Ia menyebut trauma, kecemasan, dan mimpi buruk sebagai dampak yang kerap dialami anak-anak, sehingga pendampingan psikologis sangat diperlukan.

“Anak-anak bisa mengalami trauma, ketakutan, cemas. Mengajak mereka bermain atau menggambar bisa membantu,” jelasnya.

IDAI juga mengingatkan risiko penyebaran penyakit di pengungsian, khususnya campak yang mudah menular, sehingga imunisasi harus tetap diupayakan.

“Di pengungsian itu biasanya ada penyakit campak yang mudah sekali menyebar. Imunisasi perlu diupayakan,” tegasnya.

Selain itu, IDAI menyoroti pentingnya dukungan kepada ibu menyusui agar tetap dapat memberikan ASI, dibantu oleh panduan Satgas ASI.

“Jangan sampai ibu-ibu yang ingin tetap memberikan ASI tidak kita dukung. Satgas ASI sudah membuat panduan-panduan,” katanya.

Dengan mempertimbangkan skala dampak dan tingginya kerentanan masyarakat, IDAI berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah strategis melalui penetapan status bencana nasional.

“Mudah-mudahan musibah ini bisa segera diatasi dengan baik,” tutup dr. Piprim.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bencana nasional #sumatera #Ketua IDAI #aceh