Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Mendagri: Penjarahan di Sibolga Bukan Kriminal Murni, Begini Faktanya

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 1 Desember 2025 | 23:59 WIB

 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Radar Pasuruan - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa aksi penjarahan yang terjadi di Sibolga dan sejumlah wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera disebabkan oleh kondisi warga yang terputus akses serta kekurangan bahan makanan.

Ia menilai masyarakat berada dalam situasi darurat dan membutuhkan suplai logistik.

“Ada beberapa daerah yang terjadi, kebanyakan yang terekspos di daerah Sibolga. Karena memang banyak daerah yang terisolir tadi, dan nggak gampang untuk langsung melakukan dropping kepada mereka,” kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (1/12).

Ia mengungkapkan bahwa minimnya ketersediaan logistik membuat sebagian warga akhirnya mengambil barang dari pertokoan dan minimarket demi memenuhi kebutuhan pokok.

"Stok mereka mungkin kurang, lapar, tapi kemudian ada yang masuk ke pertokoan,” jelasnya.

Tito memastikan bahwa Menko PMK Pratikno bersama BNPB telah berada di Sibolga untuk mengontrol keadaan serta mempercepat penyaluran bantuan. TNI dan Polri turut diterjunkan untuk menjaga keamanan di lapangan.

“Sekarang sudah diatur, droppingnya cukup,” tegas Tito.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Pusat terus mengidentifikasi wilayah lain yang masih terisolir akibat putusnya jembatan dan rusaknya jalur darat.

Karena itu, distribusi bantuan dilakukan dengan berbagai moda transportasi, mulai dari darat, laut, hingga udara, supaya masyarakat terdampak dapat segera menerima bantuan.

“Kita lagi mencari lagi daerah-daerah mana lagi yang terisolir, yang masyarakat memerlukan bantuan. Kalau bisa darat, darat. Kalau nggak bisa darat, laut, nggak bisa juga lewat udara,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#penjarahan #mendagri #sumatera #sibolga