Radar Pasuruan - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus mengalami peningkatan.
Hingga kini, total korban yang dinyatakan meninggal dunia mencapai 82 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memaparkan perkembangan terbaru terkait dampak bencana tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut bahwa dari 82 korban meninggal dunia itu, wilayah Sumut mencatat jumlah tertinggi, yakni 55 orang.
Sementara itu, 21 korban meninggal berasal dari Sumbar, dan 6 korban dari Aceh. Namun di Aceh sendiri masih terdapat belasan korban yang belum ditemukan.
Baca Juga: 6 Jasad Korban Bencana Sumbar Ditemukan di Sungai Batang Anai Padang Pariaman
”Total korban meninggal di Provinsi Aceh berjumlah 6 orang dan 18 orang masih dinyatakan hilang,” kata dia.
Secara lebih rinci, Abdul Muhari menjelaskan bahwa di Kabupaten Bener Meriah tercatat 5 korban meninggal dan 9 orang hilang.
Kemudian di Kabupaten Gayo Lues terdapat 1 korban meninggal serta 9 korban hilang. Ia menegaskan bahwa seluruh korban hilang masih terus dicari oleh tim gabungan.
Abdul Muhari juga merincikan jumlah korban di Sumut. Dari total 55 korban meninggal, sebanyak 34 korban ditemukan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Lalu, 13 korban meninggal terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan, 1 korban di Pakpak Bharat, 3 korban di Tapanuli Utara, serta 4 korban di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Baca Juga: Tak Cuma di Sumut, BNPB Juga Lakukan OMC untuk Atasi Bencana di Sumbar
”Di Sumatera Utara total korban jiwa meninggal dunia berjumlah 55 jiwa dan yang masih dinyatakan hilang berjumlah 41 orang,” jelasnya.
Untuk wilayah Sumbar, Abdul Muhari menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal yang terdata mencapai 21 orang. Angka tersebut sedikit berbeda dengan data Tim DVI Polda Sumbar yang mencatat 22 korban meninggal dunia.
BNPB menegaskan bahwa pembaruan data korban meninggal maupun hilang di tiga provinsi tersebut akan terus disampaikan sesuai perkembangan.
”Seiring dengan penanganan darurat yang tengah dilakukan, pemerintah telah mendirikan posko utama di Tarutung, Tapanuli Utara. Lokasi tersebut terbilang paling memungkinkan dari sisi aksesibilitasnya untuk memobilisasi peralatan, logistik, dan personel dan menjangkau 3 wilayah operasi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” terang dia.
Editor : Moch Vikry Romadhoni