Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Menag Ungkap 80 Pesantren Rawan Ambruk Usai Tragedi Al Khoziny

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 28 November 2025 | 01:15 WIB

 

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut ada sekitar 80 pondok pesantren di Indonesia yang tergolong rawan ambruk.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut ada sekitar 80 pondok pesantren di Indonesia yang tergolong rawan ambruk.

Radar Pasuruan - Ambruknya bangunan empat lantai Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, yang merenggut 63 nyawa, menjadi tragedi paling menyayat dalam sejarah dunia pesantren di Indonesia.

Peristiwa ini menarik perhatian luas, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga mancanegara. Pemerintah melalui Kementerian Agama langsung melakukan pendataan dan evaluasi menyeluruh terhadap operasional pesantren.

Selain Ponpes Al Khoziny, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa sekitar 80 pondok pesantren di 38 provinsi di Indonesia masuk kategori rawan ambruk dan membutuhkan penanganan serius.

"Kita inventarisir ada sekitar 80 pesantren yang punya tingkat kerawanan sangat tinggi, dan Presiden langsung memberikan instruksi itu harus diperbaiki sebelum terjadinya korban," tuturnya di Surabaya, Kamis (27/11).

Baca Juga: Pasca Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Kementerian PU Audit 80 Bangunan Pesantren Tahun Ini

"Ya, dan inilah kita bersyukur presiden kita itu sangat proaktif untuk memberikan perhatian khusus pada pondok pesantren," lanjutnya.

Sebagai catatan, pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB, bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah di area Ponpes Al Khoziny tiba-tiba runtuh dan menimpa para santri yang sedang Salat Asar berjamaah.

Akibat kejadian tersebut, banyak santri terperangkap di bawah reruntuhan. Polisi menduga penyebab awal ambruknya bangunan berkaitan dengan kegagalan konstruksi. Setelah proses pencarian selama sembilan hari, operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.

Data terakhir menunjukkan 167 santri menjadi korban dalam insiden ini. Dari total tersebut, 104 orang selamat dan 63 dinyatakan meninggal dunia.

Pada saat peristiwa berlangsung, Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa pemerintah langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban. Ia juga turun langsung ke Sidoarjo untuk memantau proses evakuasi.

Baca Juga: Profil Rahmah El Yunusiyyah, Pendiri Pesantren Putri Pertama di Asia Tenggara yang Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

"Begitu kejadian kami langsung ke lokasi. Ini ciri khas kita sebagai Menteri Agama. Sekecil apapun isu itu kita harus hadir, memberikan mapping, ketemu langsung dengan Pak Kiainya," tutur Menag.

Kementerian Agama turut menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga korban di posko pengungsian, termasuk logistik serta kebutuhan dasar lainnya.

"Nah Jadi itu, saya kira yang paling pertama kita turun (ke lapangan). Kemudian berkolaborasi dengan instansi yang terkait bahwa ini harus yang terakhir, jangan lagi ada pesantren yang seperti itu," pungkas Nasaruddin.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#ambruk #pesantren #Al Khoziny #menag