Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Terungkap! Begini Kronologi 8 Bulan Hilangnya Alvaro Kiano

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 28 November 2025 | 00:45 WIB

 

Nenek dari Alvaro Kiano Nugroho yang bernama Sayem memberikan keterangan kepada wartawan di kediamannya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Nenek dari Alvaro Kiano Nugroho yang bernama Sayem memberikan keterangan kepada wartawan di kediamannya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Radar Pasuruan - Sejak dinyatakan hilang pada 6 Maret 2025, keberadaan Alvaro Kiano Nugroho tidak pernah diketahui. Upaya pencarian yang dilakukan polisi selama sekitar delapan bulan tidak memberikan hasil.

Baru beberapa hari terakhir terungkap bahwa Alvaro telah menjadi korban pembunuhan. Polisi pun menjelaskan alasan bocah enam tahun itu sulit ditemukan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebutkan, petugas Polsek Pesanggrahan langsung bergerak setelah laporan kehilangan Alvaro masuk pada 7 Maret 2025.

Pencarian dilakukan hingga keluar daerah Jakarta bahkan sampai luar Pulau Jawa. Sejumlah lokasi yang dicurigai telah didatangi polisi, tetapi tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kemudian diketahui bahwa Alvaro diculik dan dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar. Pelaku menculik Alvaro dari musala dekat rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Pada hari yang sama, Alex menghabisi nyawa korban hanya karena Alvaro menangis dan meminta pulang.

”Karena AKN (Alvaro) rewel dan menangis ingin pulang dan mainan yang dijanjikan (oleh pelaku) tidak kunjung ada atau belum dibeli, akhirnya dari situlah menurut keterangan ayah tirinya AKN dibekap menggunakan handuk, dicekik, serta ditindih,” ungkap Nicolas.

Akibat perbuatan tersebut, Alvaro meninggal. Bocah itu tewas setelah mengalami kekerasan selama sekitar dua hingga tiga menit.

Alex baru melepaskan cekikan dan tindihan ketika Alvaro tidak bergerak lagi. Dalam kondisi panik, pelaku kemudian berusaha menghilangkan jejak korban.

”Kok bisa terungkapnya setelah 8 bulan? Jadi, selama 8 bulan itu Polsek Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan, dan juga Polda Metro Jaya berkolaborasi. Karena awalnya kami dilaporkan terjadi penculikan anak, kami tidak punya pemikiran dan sebagainya, kecurigaan-kecurigaan kepada orang-orang dekat (korban),” terang Nicolas.

Menurut Kapolres, Alex bahkan ikut terlibat dalam pencarian. Dia diminta membantu oleh kakek korban. Kepada polisi, Alex mengaku hendak menjemput Alvaro. Sejak itu, pelaku yang sebenarnya menculik dan membunuh Alvaro ikut berada dalam proses pencarian.

”Jadi, sama-sama juga datang ke Polsek Pesanggrahan itu pada tanggal 7 Maret untuk membuat laporan polisi kehilangan atau terjadi kehilangan dan penculikan anak,” imbuhnya.

Setelah laporan dibuat, polisi melakukan pencarian di sekitar lokasi Alvaro dilaporkan hilang. Pencarian kemudian diperluas ke Sukabumi, Cianjur, Bandung, bahkan Batam.

Tetapi hasilnya tetap nihil. Baru belakangan ini, polisi menerima keterangan seorang saksi yang menyebutkan bahwa Alex adalah orang yang menjemput Alvaro.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#jaksel #hilang #Alvaro Kiano #bocah