Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Pasien Diduga Ditolak RS, Kemenkes Janji Beri Sanksi Tegas

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 24 November 2025 | 23:35 WIB

 

Ilustrasi jenazah.
Ilustrasi jenazah.

Radar Pasuruan - Peristiwa tragis yang menimpa Irene Sokoy di Papua membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan tanggapan. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berkomitmen mengambil langkah tegas.

”Kementerian Kesehatan turut berbelasungkawa dan menyayangkan insiden yang terjadi,” kata dia saat dikonfirmasi pada Senin (24/11).

Untuk menelusuri kejadian itu lebih lanjut, Kemenkes mengirimkan tim dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan ke Papua. Tim tersebut diberi tugas untuk melakukan investigasi terkait kasus tersebut bersama dinas kesehatan daerah. Jika ditemukan adanya pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan.

”Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, pastinya akan ada sanksi tegas yang dikenakan untuk rumah sakit yang diduga menolak pasien,” imbuhnya.

Aji juga menegaskan kembali pesan yang berulang kali disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam berbagai kesempatan. Ia menyebut bahwa menkes selalu menekankan agar seluruh rumah sakit di Indonesia tidak boleh menolak pasien.

”Rumah sakit harus bertindak profesional dengan mengutamakan keselamatan pasien dibanding masalah administrasi. Penolakan pasien oleh rumah sakit merupakan pelanggaran UU Kesehatan yang dapat mengarah ke unsur pidana,” tegasnya.

Dikutip dari Cepos Online (Jawa Pos Group), Irene meninggal dunia setelah berulang kali keluar-masuk rumah sakit tersebut. Warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura itu menghembuskan napas terakhir pada Senin pekan lalu (17/11). Abraham Kabey selaku kepala Kampung Hobong menyampaikan rasa kecewa terhadap peristiwa yang menimpa Irene dan bayinya.

”Apa yang keluarga kami alami adalah hal yang sangat menyakitkan, kami dari kampung datang minta pertolongan medis, tapi tidak dapat pelayanan yang baik,” sesalnya.

Tidak hanya Abraham sebagai tokoh masyarakat, Neil Kabey sebagai suami Irene juga sangat kecewa terhadap pelayanan rumah sakit yang dianggap buruk. Ia heran karena tidak ada dokter yang dapat menangani istrinya ketika membutuhkan bantuan. Neil percaya bahwa istrinya dan buah hati mereka masih bisa selamat jika ada penanganan dokter.

”Kalau saat itu di RSUD Yowari ada dokter, saya yakin istri dan anak saya masih hidup. Kenapa tidak ada dokter pengganti jika memang dokter saat itu tidak ada,” kata dia.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#rs #kemenkes #sanksi #pasian meneniggal dunia