Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Reuni Akbar 212 Bakal Kembali Digelar di Monas, Ini Tujuan Besarnya

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 24 November 2025 | 23:20 WIB

 

Massa aksi saat mengikuti reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Senin (2/12/2024).
Massa aksi saat mengikuti reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Senin (2/12/2024).

Radar Pasuruan - Aksi 212 disebut telah mencapai tujuannya pada 2019, namun muncul pertanyaan mengapa Reuni Akbar 212 digelar lagi pada 2 Desember 2025 di Monas.

Ketua Steering Committee (SC) Reuni 212 KH Ahmad Sobri Lubis menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang mengenang masa lalu, tetapi langkah menjaga semangat persatuan dan perjuangan kebangsaan. Ia menilai nilai-nilai 212 yang muncul sembilan tahun lalu tetap relevan hingga kini.

"Bahwasannya spirit 212, 9 tahun yang lalu itu adalah spirit persatuan, spirit ukhuwah baik itu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah maupun juga uhuwah insaniyah, artinya ada persaudaraan islam, persaudaraan kebangsaan maupun juga persaudaraan kemanusiaan," ujarnya, Minggu (24/11).

Panitia menyampaikan bahwa keberhasilan gerakan 212 pada 2019 bukanlah akhir dari perjuangan. Justru hal itulah yang menjadi alasan Reuni 212 terus dilaksanakan setiap tahunnya, termasuk pada 2025.

Ahmad Shobri Lubis menekankan bahwa Reuni 212 tidak berkaitan dengan agenda politik, tetapi merupakan komitmen untuk terus memperbaiki akhlak dan menjaga bangsa.

"Tema yang akan kita angkat pada Reuni Akbar 212 tahun ini adalah: revolusi akhlak untuk selamatkan NKRI dari para penjahat dan memerdekakan Palestina dari penjajah," terangnya.

Ia menambahkan bahwa panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat hingga pejabat negara termasuk Presiden Prabowo Subianto untuk bersama-sama berdoa bagi Indonesia.

Ketua Panitia Reuni 212 Habib Muhammad Alattas menjelaskan bahwa acara dipusatkan di Silang Monas, dengan akses masuk melalui Pintu Tenggara (Gambir), arah Patung Kuda, serta Pintu Timur Monas. Pintu Tenggara juga menjadi batas area jamaah pria dan wanita karena sejalur dengan arah kiblat.

Ia mengingatkan peserta agar membawa perlengkapan salat, bendera merah putih, bendera Palestina, bendera tauhid putih, serta menjaga kebersihan dan ketertiban.

"Tamu diimbau datang sudah dalam keadaan berwudu. Namun panitia juga menyiapkan fasilitas wudhu dan sarana penunjang lainnya," jelas Habib Muhammad.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#reuni akbar #212 #monas #indonesia