Radar Pasuruan - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM), memastikan bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Rizki asal Bandung bukan merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Dia menegaskan bahwa kiper asal Bandung tersebut kini sudah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kamboja yang berlokasi di Phnom Penh.
"Kami sampaikan sebuah informasi mengenai berita yang tersebar masalah Rizki penjaga gawang atau kiper asal Bandung yang hari ini berada di Phnom Penh," kata Dedi dalam akun Instagram pribadinya, Jumat (21/11).
KDM menambahkan bahwa Rizki Nur Fadhilah telah dijadwalkan untuk dipulangkan ke Tanah Air. Karena itu, ia memastikan seluruh pihak telah berkoordinasi untuk memperlancar proses pemulangan tersebut.
"Saya jelaskan bahwa posisi dia hari ini sudah di KBRI, kami malam berkoordinasi dengan kapolda Jabar, akan melakukan pemulangan ke Indonesia ke Jawa Barat dan ke Kabupaten Bandung dan saya sampaikan Rizki bukan korban TPPO atau perdagangan orang," tambahnya.
Lebih jauh, Dedi menduga bahwa Rizki yang sempat viral dengan klaim menjadi korban TPPO sebenarnya hanya ingin kembali ke Indonesia karena sudah tidak betah berada di luar negeri.
"Dia bekerja biasa disebuah perusahaan di Vietnam dan dimungkinkan, dia itu tidak betah ditempat kerjanya, dan akhirnya ingin pulang ke Indonesia," ujar Kang Dedi.
Sebelumnya, kisah keberangkatan Rizki Nur Fadhilah, remaja asal Kabupaten Bandung, menjadi viral setelah disebut-sebut sebagai korban TPPO di Kamboja. Namun, informasi terbaru justru menunjukkan fakta yang sangat berbeda dari dugaan awal.
Polresta Bandung menyampaikan bahwa Rizki saat ini berada di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh dan dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot.
“Rizki sudah berada di KBRI Phnom Penh, yang mana masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Olot di Bandung, Rabu (19/11).
Rizki dikenal sebagai pesepakbola muda dari Dayeuhkolot. Namanya tiba-tiba menyita perhatian publik karena diberitakan terjebak dalam jaringan TPPO dan dipaksa bekerja di sindikat penipuan daring di Kamboja.
Rizki sebelumnya dikenal sebagai pesepakbola muda dari Dayeuhkolot. Namanya mendadak jadi perbincangan lantaran dikabarkan terjebak dalam jaringan TPPO dan dipaksa bekerja di sindikat online scam di Kamboja.
Baca Juga: Ini Pengumuman Pelni! Libur Nataru 2025/2026, Harga Tiket Ekonomi Dipotong Besar
Editor : Moch Vikry Romadhoni